Speak Up > Articles > Dongeng Rindu 50 Tahun Pak Raden
2012-08-27 / POSTED BY Maharddhika
Dongeng Rindu 50 Tahun Pak Raden


Dengan ditopang tongkat dan bantuan bahu seorang pengunjung, Drs. Suryadi yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Raden, berjalan menuju bagian depan Art Cinema, Jurusan Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta. Ia mendongeng sambil menggambar seorang raja yang kurang silaturahmi pada rakyatnya.

 

Dongeng itu menutup rangkaian pameran lukisan Pak Raden yang digelar tanggal 12--20 Juli 2012. Pameran lukisan yang bertajuk "Panggung Kanvas Pak Raden" ini diselenggarakan FFTV IKJ sebagai penghargaan atas 50 tahun kiprah Pak Raden di dunia seni rupa. Selain memamerkan 25 lukisan warna dan 20 sketsa, acara ini juga dimeriahkan dengan "Pak Raden Mendongeng," workshop pembuatan boneka si unyil, dan penayangan film animasi Timun Mas.

 

Dari kiprahnya selama 50 tahun, "Panggung Kanvas Pak Raden" adalah pameran lukisan pertamanya. “Dulu waktu menitip lukisan saja susahnya minta ampun, padahal sesama teman pelukis. Kalau tidak salah harganya sekitar 1 juta per space lukisan. Alhamdulillah sekarang justru ada yang membantu secara gratis,” kata Pak Raden.

 

Gotot Prakosa, dekan FFTV IKJ yang juga menggagas acara ini, menuturkan bahwa tujuh lukisan Pak Raden telah terjual selama pameran. “Hasil dari penjualan lukisan sepenuhnya diserahkan kepada Pak Raden untuk memenuhi kehidupan beliau,” kata Gotot Prakosa.

 

Melukis memang bagian tak terpisahkan dari Pak Raden. Bahkan selama ini mungkin tak banyak yang tahu bahwa dia memang lebih banyak mencari nafkah lewat melukis. "Dari kecil hingga remaja yang ada hanyalah saya menggambar dan menggambar. Sedangkan melukis secara serius dengan media catminyak dan kanvas baru saya pelajari waktu saya mendapatkan pelajaran dari dosen saya Ries Mulder pada tahun 1953 di ITB jurusan Seni Rupa, sekarang bernama Fakultas Seni Rupa dan Desain," tutur Pak Raden.