Speak Up > Articles > Berburu Takjil di Jakarta
2013-07-10 / POSTED BY Maharddhika
Berburu Takjil di Jakarta

Datangnya Ramadan bukan berarti wisata kuliner terhenti. Perburuan ini bahkan bisa jadi lebih seru dilakukan sambil ngabuburit menunggu adzan berkumandang. Di Jakarta, banyak jalan-jalan yang disulap menjadi kedai-kedai penyedia takjil. Selama Ramadan, tempat-tempat ini menjadi pilihan untuk berbuka puasa.


Bendungan Hilir yang terkenal dengan sebutan Benhil ini menyediakan masakan bercita rasa tradisional. Makanan takjil bercita rasa manis hingga menu utama tersedia di tempat ini. Dengan uang Rp1.500--Rp30.000, makanan seperti kue lapis, lemper, kolak, tempe mendoan, hingga dimsum bisa didapat.
Menjelang buka puasa, makanan ini pasti diserbu masyarakat yang mencari takjil atau lauk pauk untuk berbuka.

 

Kawasan Pasar Senen juga tak kalah ramai dipadati pemburu kuliner. Pasar takjil yang terletak di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat ini terkenal dengan lemang tapai khas Minang yang diolah dari ketan dicampur santan. Makanan ini juga lekat dengan aroma bambu karena dimasak dengan cara dibakar di dalam potongan batang bambu. Selain itu, di pasar yang konon sudah ada sejak tahun 50-an ini juga terdapat rumah makan Kapau khas Minang. Barisan rumah makan ini menyediakan penganan bercita rasa pedas dan bersantan seperti ayam bakar bumbu minang, goreng paru, dan itik bumbu sambal ijo.

 

Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat juga menjadi sentra takjil yang hanya buka pada bulan Ramadan. Sejak tiga tahun terakhir, tempat ini ramai dengan lapak yang menyediakan masakan lokal seperti kerak telor hingga kebab. Tempat ini juga sering kali membuat kemacetan karena tumpahnya para pedagang dan pembeli ke jalan raya. 

 

Bulan Ramadhan, bukan berarti perburuan kuliner terhenti. Sekarang tinggal anda yang menentukan tempat mana yang mau dikunjungi. Selamat 'berburu'!