Kardus Yang Punya Nilai Plus Lewat DUS DUK DUK

Kreativitas dua pemuda lulusan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya yang dapat mengubah tumpukan kardus menjadi sesuatu yang berharga merupakan salah satu cara menanggulangi masalah sampah. Dua pemuda bernama Angger Dwi Wiranta dan Arif Susanto ini berhasil mengubah kardus menjadi sesuatu yang bernilai lebih lewat ‘DUS DUK DUK’.

DUS DUK DUK sendiri merupakan singkatan dari ‘kardus untuk duduk’. Brand ini pun menjadi spesialis untuk membuat kardus-kardus menjadi sebuah kursi yang memiliki nilai tinggi. Berawal dari tugas kuliah hingga berhasil memenangkan berbagai perlombaan juga turut berpartisipasi dalam pameran Festival George Town di Penang Malaysia, kursi ini akhirnya dirilis menjadi produk komersial untuk masyarakat luas.

Melalui brand ini, Angger dan Arif ingin mengajak masyarakat agar tidak menjadi pribadi yang hanya bisa berkomentar di media sosial, melainkan bisa menjadi kreatif melalui potensi yang dimiliki. Tujuan lain dalam jangka panjang yang ingin mereka sampaikan adalah mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap kardus sebagai sampah kini bisa membuatnya jadi barang yang lebih bermanfaat.

Sumber gambar : dusdukduk

Comments