Malang, Kota Dingin Berhias Bangunan Heritage

Deskripsi: Malang tidak hanya patut dilirik karena banyaknya kampus yang berdiri, kota ini juga menyimpan kekayaan sejarah dengan banyaknya bangunan Heritage yang masih terjaga  

Siapa yang tidak kenal kota Malang? Kota dingin ini terletak di provinsi Jawa Timur dan memiliki predikat sebagai kota pendidikan. Ternyata Malang tidak hanya patut dilirik karena banyaknya kampus yang berdiri, tapi kota ini juga menyimpan kekayaan sejarah dengan banyaknya bangunan Heritage yang masih terjaga.

Kali ini, kita akan mengulas beberapa spot heritage paling unik di kota Malang. Kamu dapat berkunjung ke tempat-tempat ini untuk menikmati suasana kota lama yang serba kuno dan menarik

Wisma Tumapel

Belanda membanun Wisma Tumapel pada tahun 1928. Mulanya wisma ini berfungsi sebagai penginapan mewah untuk menjamu tamu-tamu belanda. Tetapi sejak Jepang menggantikan Belanda, hotel ini pun beralih guna menjadi kantor pemerintahan. Pada tahun 1950, FKIP Universitas Airlangga Surabaya membeli wisma Tumapel dan menjadikannya sebagai tempat singgah untuk para dosen. Namun, pada tahun 1968, wisma ini berganti ke pemilik baru lagi yaitu Universitas Negeri Malang.

Untuk mengunjungi wisma Tumapel, kamu hanya perlu membayar tiket seharga 5000 Rupiah per orang. Dengan biaya yang cukup murah ini, kamu sudah bebas melakukan sesi pemotretan di seluruh bagian gedung. Tapi, kamu perlu ingat untuk tidak terlalu ramai dan membuat kegaduhan ketika berkunjung ke sini.

Museum Brawijaya

Museum Brawijaya terletak tepat di jantung kota Malang. Resmi berdiri sejak tanggal 4 Mei 1968, Museum ini memiliki ribuan koleksi benda-benda bersejarah hingga fotografi Malang Tempoe Doeloe. Memiliki luas tidak kurang dari 6800 meter persegi, museum yang luas ini terbagi menjadi 2 area yaitu area pameran dan perkantoran.

Pada halaman depan museum kamu bisa menikmati pajangan Tank yang sempat ikut berjuang pada pertempuran 10 November Surabaya. Museum ini juga menyimpan Meriam Canon dan Tank AMP-Track yang merupakan peninggalan perjuangan kemerdekaan Indonesia

Untuk masuk ke dalam Museum Brawijaya Malang, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sejumlah 2000 rupiah per orang. Sungguh murah bukan? Dengan mengunjungi museum ini, kamu ikut memberikan sumbangsih bagi perawatan barang-barang peninggalan bersejarah bangsa Indonesia

Toko Oen Malang

Toko Oen Malang merupakan sebuah restoran es krim yang telah berdiri sejak zaman kemerdekaan Indonesia. Restoran dengan bangunan kuno ini memang tidak pernah mengubah interiornya dan tetap menghadirkan nuansa kolonial hingga masa sekarang.

Toko Oen biasanya penuh oleh wisatawan domestik dan internasional. Selain untuk menikmati nostalgia, restoran ini memang menyajikan menu makanan Belanda yang lezat sekali di lidah. Kamu bisa menjajal berbagai macam steak dan es krim buatan tangan yang rasanya lain daripada yang lain.

Untuk dapat bersantai di dalam restoran kamu hanya perlu memesan salah satu makanan dari menu pilihan Toko Oen. Aneka menu ini dapat kamu pesan dari harga 15 ribu rupiah saja

Gereja Kayutangan

Gereja Kayutangan merupakan gereja cantik dan megah yang terletak di ujung jalanan kuno Kayutangan. Berdiri sejak tahun 1905, gereja ini merupakan gereja kedua paling tua di kota Malang setelah GPIB Immanuel. Bangunan gereja Kayutangan memang kental dengan arsitektur kolonial Hindia Belanda. Tipe desainnya memang sangat mirip dengan bangunan Bank Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1914. Inilah yang membuktikan bahwa keduanya memang didesain oleh arsitek pada zaman kolonial

Arsitek yang bertanggung jawab terhadap pembangunan gereja Kayutangan adalah Marius J Hulswit, seorang arsitek beraliran Neo Gothik yang populer setelah tahun 1900. Oleh karena itu, tidaklah aneh ketika Gereja Kayutangan memiliki gaya yang sama dengan tren bangunan gereja Eropa pada abad 19.

Gereja Kayutangan memiliki karakteristik yang serba runcing dan tinggi dengan kerangka bangunan kokoh. Konstruksi pintu dan jendela yang raksasa dapat kamu lihat mengitari keseluruhan bangunan. Gereja ini juga memiliki dua menara seperti layaknya bangunan gereja Eropa aliran Neo Gothic

Dulunya, altar gereja kayutangan terbuat dari kayu khusus. Sayangnya, altar tersebut sudah tidak dipergunakan lagi sejak tahun 1965. Untuk berkunjung ke gereja ini, kamu tidak perlu membayar sepeser pun. Sekadar datang saja, kamu sudah bisa berfoto maupun menghadiri perjamuan misa.

Inilah 4 bangunan Heritage yang perlu kamu kunjungi saat datang ke Kota Malang. Yuk, lestarikan sejarah bangsa dengan memberikan sumbangsing untuk mempertahankan peninggalannya

Kota Malang juga menyimpan banyak keindahan alam yang patut dikunjungi ketika berlibur, salah satunya gunung arjuna (Arjuno) dengan ketinggian 3.339 MDPL. Gunung Arjuna menyimpan keindahan alam dan cerita bersejarah yang saayang jika dilewatkan. Gunung Arjuno berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nama gunung arjuno menurut legenda diambil dari tokoh perwayangan Arjuna. Di tengah-tengah pertapaannya, Arjuna mendapatkan kekuatan yang sangat besar, cahaya keluar dari dalam dirinya

Konon dahulu Arjuna pernah bertapa di puncak gunung tersebut dengan sangat tekunnya, hingga berbulan-bulan. Banyak masyarakat ditempat sekitar yang percaya bahwa gunung arjuno masih dijaga oleh para leluhur tanah jawa. sehingga maish banyak masyarakat yang melakukan kegiatan spiritual di gunung tersebut. Terdapat beberapa jalur untuk mencapai puncak gunung arjuno salah satunya yaitu, Tretes, Lawang, dan Purwosari

Setiap jalur mempunyai daya tarik tersendiri untuk dilalui. Salah staunya jalur Purwosari yang memiliki situs-situs peninggalan Majapahit yang masih sering digunakan untuk kegiatan kegiatan spiritual oleh masyarakat setempat.

Dilereng gunung arjuno terdapat banyak arca ataupun candi penginggalan kerajaan Majapahit. Situs situs bersejarah ini tersebar dikaki gunung hingga puncak arjuno.

Comments

Related Products
WhatsApp Chat WhatsApp Chat