SARONGGE, Sebuah Roman Bumi dan Perjalanannya Hingga Jadi Bijo Kopi

Pecinta kopi pastinya tak asing dengan nama ini. Kopi Sarongge, sebuah produk kopi dengan cita rasa dari hutan yang terjaga. Kini menjadi andalan pemasok kopi di Indonesia.

Kopi Sarongge, salah satu produk kopi unggulan asal Cianjur, Jawa Barat dengan cita rasa unik. Kopi yang lahir dari kaki Gunung Gede ini menjadi andalan para petani di Sarongge, kampung kecil yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, menggantungkan hidupnya.

Mereka yang dulunya bergelut dengan tanaman sayuran, kini menjadikan kopi sebagai penghasilan utama mereka. Dibawah binaan Tosca Santoso, sang inisiator kopi Sarongge, para petani tak hanya membuat asap di dapur terus mengepul, melainkan juga telah berhasil mengembalikan hutan di Sarongge.

Membudidayakan kopi bukanlah hal yang mudah. Perubahan cuaca, suhu, juga curah hujan dapat memengaruhi cita rasa juga pertumbuhan pohon kopi. Proses mulai dari penyemaian bibit, perawatan, hingga panen membutuhkan waktu kurang lebih 2,5-3 tahun. Selama proses tersebut tak jarang banyak pohon kopi yang mati dan harus mengulang proses dari awal. Biasanya, pohon kopi yang mati disebabkan oleh hama, penyakit maupun faktor abiotik seperti cuaca, nutrisi dan lainnya.

Proses pemanenan dalam satu pohon pun tak dapat secara langsung dipanen. Meski satu pohon dapat menghasilkan kurang lebih 0,5 kilogram biji kopi, namun proses pemanenan harus dilakukan secara berkala. Dalam satu bulan, proses pemanenan dapat dilakukan sebanyak 3 kali atau rotasi 12 hari sekali.

Setelah panen pun, kopi akan melewati beberapa proses untuk dapat dinikmati. Setelah panen, ceri kopi akan diproses menjadi biji hijau (green bean) lalu dijemur sebagai proses resting. Biji hijau tersebut kemudian melalui cupping test untuk menguji apakah biji kopi layak dipasaekan atau tidak. Biji kopi yang telah melewati cupping test kemudian disangrai menjadi biji kopi hitam sebelum akhirnya diseduh dan dinikmati.

Salam hormat untuk petani kopi dan petani lainnya! Setelah baca ini, pasti beda nih rasanya saat menikmati secangkir kopi. Karena kita jadi bisa merasakan kerja keras petani di setiap tegukan kopinya. Btw, Pop Patriotics udah ngopi belum nih?

Comments