streatwear indonesia

5 Fakta Tentang Film Siti yang Wajib Tahu Sebelum Menontonnya

21 Jan 2016

 

Apa sih film Siti kok nggak pernah kedengaran sebelumnya dan tiba-tiba memenangkan film terbaik ajang FFI 2015 mengalahkan film-film yang lebih dikenal seperti A Copy of My Mind dan Mencari Hilal? Sebagian dari kita mungkin berkomentar begitu. 

image: dok.pribadi

Nggak direncanakan beredar di bioskop dan sempat mengalami beberapa kendala juga untuk didistribusikan di bioskop, akhirnya film Siti bisa kita tonton di bioskop nanti start 28 Januari 2016. Well, supaya nggak pada bingung D! mewawancarai langsung sutradara dan penulis naskahnya; Eddie Cahyono dan mendapatkan beberapa fakta menarik seputar film yang meraup 9 penghargaan internasional ini. Check these out, Pop Patriotics dan pastikan kamu menonton filmnya nanti! 

1. Terinspirasi Pengalaman Pribadi
“Awalnya saya ingin membuat film di Parangtritis, kemudian saya bertanya pada teman saya namanya Luki “Ucok’ Djanarko, dia Art Director saya. Saya tanya “Luk di Parangtritis ada apa sih?” Kemudian Luki menjelaskan jika ada tempat-tempat karaoke di Parangtritis yang ditutup dan ada seorang gadis yang meninggal gara-gara minuman oplosan. Dari situ saya menggali cerita Siti. Ada beberapa ide dari anak saya, anak saya pernah nggak mau pergi sekolah karena di sekolahnya ada hantunya. Hahaha…Saya masukkan aja ke cerita.”
image: infobandung.co.id

2. Hampir Nggak Lulus Sensor
“Sebenarnya dari awal kita memang hanya konsentrasi distribusi ke festival-festival jadi memang tidak ada pemikiran untuk distribusi ke bioskop. Setelah enam bulan screening di festival-festival barulah kemudian kita mencoba memasukkan ke bioskop. Kita memasukkan ke pihak Lembaga Sensor. Ada beberapa kendala di Lembaga Sensor bukan hanya kendala konten tapi juga teknis. Setelah di FFI barulah kita mencoba lagi ke Lembaga Sensor dan akhirnya Lembaga sensor meloloskan film Siti dengan beberapa catatan, misalnya adegan ciuman harus dihilangkan.”

image: ppiff.com

3. Lokasinya Sederhana, Pesan Universal
“Film Siti mengambil lokasi di daerah Bantul, di Parangtritis, Parangkusumo, dan Pantai Depok. Walaupun setting-nya tanah kelahiran saya, tapi temanya tetap universal. Ada pertanyaan mengenai; untuk siapa kita hidup? Untuk teman, saudara, keluarga atau untuk diri sendiri?"
image: dok.pribadi

4. Mendapatkan 9 Penghargaan Dalam dan Luar Negeri
“Pertama kali kita mendapat penghargaan di Singapore Indternational Film Festival 2014, Sekar Sari mendapatkan Best Performance. Kemudian di Shanghai mendapatkan Best Script, di ajang Apresiasi Film Indonesia mendapat Film Terbaik dan Poster Terbaik. Di Toronto Reel Asia Film Festival mendapat Honorable Mention, di Five Flavor Film Festival Polandia mendapat Jury Special Mention, kemudian Festival Film Indonesia mendapat tiga penghargaan Film TerbaikSkenario terbaik dan Musik terbaik.”


image: dok.pribadi

5. Magical Momen yang Bikin Pengambilan Gambar Jadi Lebih Bagus
“Ada hal-hal magic dalam sinema yang kadang tidak kita prediksi malah menjadi sesuatu yang luar biasa. Misalnya saat adegan memandikan anak kecil (nama tokohnya Bagas) tiba-tiba ada lebah mengitari Bagas dan si Bagas bereaksi dengan luar biasa. Adegan itu justru saya ambil karena momen yang magical itu tidak mungkin terulang kembali.”


image: mubi.com
SHARE & COMMENT