damniloveindonesia

Penyair-Penyair Milenials


06 Apr 2018

Posted By Damn! I Love Indonesia

 

Pop Patriotics suka nulis puisi atau quotes nggak sih di media sosial? Yes, Instagram, Twitter, Facebook, atau bahkan blog bisa banget jadi media untuk membagikan karya kamu. Tak terkecuali penyair-penyair millenial ini. Media sosial menjadi wadah kreativitas mereka untuk menuangkan segala keluh kesah gundah gulana. Siapa aja mereka? Let’s get to know them.

1. Aan Mansyur

Masih inget dengan Ada Apa Dengan Cinta 2 dan puisi-puisinya dong? Bukan, bukan puisi “Aku” dari Chairil Anwar, tapi “Tidak ada New York Hari Ini” dari Aan Mansyur. Selain di film, media sosial Twitter dengan akun @hurufkecil juga menjadi sarana Aan untuk membagikan puisi-puisi buatannya. Sebagai salah satu sosok penting di Makassar International Writing Festival, Aan punya kebiasaan unik. Di awal ketertarikannya dengan puisi, Ibu adalah sosok yang selalu dia cari untuk menjadi pertama. Ini salah satu puisi Aan di buku “Tidak Ada New York Hari Ini”

Tidak ada New York hari ini
Tidak ada New York kemarin
Aku sendiri dan tidak berada di sini
Semua orang adalah orang lain

Bahasa ibu adalah kamar tidurku.
Kupeluk tubuh sendiri.
Dan cinta-kau tak ingin aku mematikan mata lampu.
Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin.
Meriang. Meriang. Aku meriang.
Kau yang panas di kening. Kau yang dingin dikenang.

sumber: Detik Hot

2. Adimas Imanuel

Selain Aan Mansyur, ada Adimas Imanuel, penyair yang puisinya bisa Pop Patriotics nikmati dalam buku “Di Hadapan Rahasia”. Sebagai Milenial, Dimas juga membagikan berbagai karyanya di Instagram @adimasnuel. Banyak banget foto-foto bagus dengan caption puitis yang bisa dijadikan inspirasi. Untuk buku terbarunya ini, Dimas mengadakan konser dan bekerja sama dengan maestro piano Indonesia Ananda Sukarlan! Dimas juga diundang ke Melbourne Emerging Writers Festival setelah peluncuran bukunya tahun lalu. Ini salah satu puisi Dimas di buku “Di Hadapan Rahasia”

Masihka h kita harus bersengketa 
ketika hari hampir habis 
dan doa hanya menjadi ritus ala kadarnya? 
Sementara daun-daun tak sekalipun menebak ke mana angin akan meniupnya.
Seperti kita manusia yang amat kecil di hadapan rahasia, yang tak sepenuhnya berkuasa

atas jatuh-bangun kita.


sumber: Instagram/Adimanuel


3. Boy Chandra

Terakhir, ada penyair yang dikenal dari buku Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang, Boy Candra. Penyair ini udah nulis 12 buku sampai  saat ini. Puisi-puisi Boy cenderung eksplisit dengan detail yang tak banyak memuat metafora. Puisi-puisinya juga bisa kamu baca di Twitter @dsuperboy. Untuk kamu yang belum baca bukunya,  Damn! kasih bocoran nih.

Pada akhirnya, 
kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. 
Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.
Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. 
Nikmati saja. 
Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

sumber: Instagram/Boycandra


Nah, dari penyair-penyair di atas mana nih yang sering kamu baca di media sosial? Ada yang jadi inspirasi buat bikin puisi untuk pujaan hati? 




COMMENT


Bangga! Anak Muda Indonesia dalam #30under30 Forbes Asia ❮ Prev Article
DJ Marshmello ternyata Penggemar Indonesia! Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Tee Male Antimenstream Wh...
IDR IDR 250.000
Sticker Sign Damn! Gold S...
IDR IDR 15.000
Tee Sign White HD Black M...
IDR IDR 220.000
Tee Signature Japan White...
IDR IDR 230.000