damniloveindonesia

Siapakah Pahlawan Dari Bali Ini? Ayo Simak Kisah Serunya!


14 Jan 2019

Posted By Damn! I Love Indonesia

 

Pahlawan Bali ini kemudian memulai karirnya di dunia militer dengan membentuk TKR Sunda Kecil, lho!


Siapakah dia? Baca juga sejarahnya disini!


Ayo Pop Patirotics yang ulang tahunnya di bulan Januari mana suaranya?! Kalau ulang tahun kamu di bulan Januari, artinya ulang tahun kamu satu bulan sama pahlawan diatas ini! Ada yang merasa pernah lihat foto diatas nggak? Coba bayangin warnanya biru deh, terus kalau dapat kertas dengan muka beliau dijamin tambah senang deh! Gimana? Mungkin sekarang sudah tahu itu siapa.


Bagi yang menebak bahwa itu Sultan Hasanuddin, selamat, kamu salah. Karena diatas adalah foto I Gusti Ngurah Rai! Ia lahir di Bali pada tanggal 30 Januari 1917 di desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung. Ayah beliau adalah I Gusti Ngurah Palung yang merupakan seorang manca, atau kalau sekarang jabatan manca tersebut kita kenal sebagai camat.


Ia bersekolah di HIS (sekolah Belanda) di Denpasar dan sempat di MULO (pendidikan Belanda setara SMP) di Malang. Kemudian, pada tahun 1936, ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Kader Militer di Gianyar, Bali. Belum selesai disitu, ia terus melanjutkan pendidikannya di CORO (pendidikan militer Belanda yang berarti Sekolah Perwira Cadangan.) untuk menjadi perwira di kemudian hari.


Pahlawan Bali ini kemudian memulai karirnya di dunia militer dengan membentuk TKR Sunda Kecil. Beliau pada akhirnya menjadi komandan tim ini dan mendapat pangkat Letnan Kolonel. Dalam perjalanannya kembali dari mendapatkan konsolidasi dari pimpinan TKR di Yogyakarta, beliau melihat bahwa timnya telah tercerai berai dan Bali sudah dikuasai oleh Belanda.


I Gusti Ngurah Rai kemudian menyatukan kembali pasukannya dan memberi nama mereka Ciung Wanara. Dengan Ciung Wanara, I Gusti Ngurah Rai menyergap pendudukan Belanda di Desa Marga Tabanan di Bali.


Tidak terima dengan penyergapan tersebut, Belanda melancarkan serangan darat dan udara! Di tanggal 20 November 1946, pahlawan kita bersama pasukannya yang gagah berani akhirnya setuju untuk perang puputan, atau dengan kata lain pertempuran habis-habisan.


400 orang pasukan Belanda tewas di tangan I Gusti Ngurah Rai beserta pasukannya. Di sisi lain, 96 orang pasukan Indonesia tewas di hari gelap itu, termasuk I Gusti Ngurah Rai. Pertempuran yang terkenal dengan sebutan Puputan Margarana ini memberikan I Gusti Ngurah Rai gelar pahlawan nasional pada tanggal 9 Agustus 1975.


Patung I Gusti Ngurah Rai di Bali, baca informasi lebih lanjut disini!


Menjadi pahlawan berarti berani memperjuangkan apa yang kita percayai hingga titik darah penghabisan. Mari belajar dari kisah I Gusti Ngurah Rai yang berhasil mempersatukan pasukannya yang telah tercerai berai dan membuat pasukan Ciung Winara untuk mempertahankan Bali dari pendudukan Belanda. Nah, kita sebagai pop patriotics juga harus bisa bersatu dalam meraih kebebasan tersebut. Kita harus bisa maju terus pantang mundur dalam meraih impian kita!

SHOP THE PRODUCTS
Cap Beanie Damn Champion ...
IDR IDR 120.000
Tee Damn! Stencil Drip Bl...
IDR IDR 230.000
Sticker Sign Damn! Pink H...
IDR IDR 35.000
Tee Female I'll do Everyt...
IDR IDR 250.000


COMMENT


Transformasi Surawiroaji Menjadi Untung Surapati, Bocah yang Membawa Keberuntungan ❮ Prev Article
Ialah Ernest Douwes Dekker, Salah Satu Pendiri Indische Partij! Next Article ❯
RELATED POST