streatwear indonesia

Ialah Ernest Douwes Dekker, Salah Satu Pendiri Indische Partij!

21 Jan 2019

 

Douwes Dekker memiliki banyak nama panggilan, ia juga biasa dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi.

ernest-douwes-dekker
Foto oleh dictio.id

Ernest François Eugène Douwes Dekker (“er-nest fran-shoa yu-jin do-wes de-ker” bacanya, guys.) adalah salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Ayo, sekarang kita kenalan sama beliau dan melihat kisahnya mendirikan Indische Partij! 

Douwes Dekker memiliki banyak nama panggilan, ia juga biasa dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi. Nama Danudirja Setiabudi ini sebenarnya diusulkan oleh Soekarno sendiri beserta Haroemi Wanasita, istrinya setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Tapi sebelum ia dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi, Ernest Douwes Dekker yang merupakan cucu dari saudara Eduard Douwes Dekker, lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 8 Oktober 1879. 

Setelah menyelesaikan sekolahnya, ia segera bekerja di perkebunan kopi Soember Doeren. Tetapi karena ia sering membela pekerja yang diperlakukan semena-mena, terjadi konflik diantara dia dan atasannya. Hal ini menyebabkan ia dipindahkan ke perkebunan tebu bernama “Padjarakan”. Namun hal ini tidak mengubah kebaikan hatinya, ia kembali melihat pekerja yang diperlakukan secara semena-mena dan terjadi lagi konflik dengan atasannya. Akhirnya, iapun dipecat dari jabatannya.

Tidak berakhir disitu kisah Ernest Douwes Dekker, ia menjadi relawan perang dan masuk ke penjara di tahun 1899. Kemudian ia dipulangkan ke Hindia Belanda (nama Indonesia dahulu kala) dan menjadi wartawan. Pekerjaannya sebagai wartawan di De Locomotief membuatnya semakin kritis terhadap kebijakan Belanda bagi kaum Indonesia. Dalam kerjanya, ia menulis dua seri artikel di tahun 1908 yang membuatnya masuk ke radar intelijen penguasa.

Di saat yang sama, rumah Ernest Douwes Dekker menjadi tempat berkumpul para perintis gerakan kebangkitan nasional Indonesia. Salah satu organisasi nasional pertama di Indonesia, Budi Oetomo (atau Budi Utomo) pun lahir atas bantuannya juga. 

Namun ia menganggap Budi Oetomo terlalu terbatas pada masalah kebudayaan dan Ernest Douwes Dekker memutuskan untuk tidak banyak terlibat pada organisasi ini. Ia akhirnya menggagaskan ide dimana ada Hindia Belanda (Indonesia) baru yang dipimpin oleh warganya sendiri, bukan oleh pendatang. Tetapi, gagasan ini tidak banyak diterima oleh warga Hindia Belanda, karena mereka lebih suka terhadap situasi dimana mereka berada (status quo).



ernest-douwes-dekker
Tiga Serangkai, foto oleh berdikarionline

Atas ketidakpuasan akan pemikiran rakyatnya sendiri, ia bersama Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (juga dikenal dengan julukan mereka “Tiga Serangkai”) mendirikan sebuah partai bernama Indische Partij (Partai Hindia) di tahun 1912. Dengan seringnya kampanye, mereka berhasil mengajak 5000 orang untuk bergabung sebagai anggota. 

Partai yang anti kolonial dan memiliki tujuan kemerdekaan Indonesia inilah salah satu awal dari percikan akan keinginan Indonesia untuk bebas dari penjajah. Meskipun setahun kemudian, di tahun 1913 partai Indische Partij ini, namun semangat mereka terus berkobar untuk kemerdekaan Indonesia.

Karena jasa mereka jugalah kita bisa menikmati kebebasan yang tidak bisa dinikmati oleh pendahulu kita. Cerita Ernest Douwes Dekker tidak berakhir disini, tunggu lanjutannya ya Pop Patriotics!


SHARE & COMMENT