streatwear indonesia

5 Pahlawan Ini Juga Berjuang Untuk Pendidikan Indonesia!

16 Feb 2019

 

Hai Pop Patriotics! Pada inget gak hari pendidikan Nasional itu tanggal berapa? Bagi yang ingat bisa langsung DM Instagram kami di @_damniloveindo. Artikel ini dulu muncul tepat di Hari Pendidikan Nasional Indonesia tahun 2017 lalu oleh Natalya Wijaya!

Damn! mau ngasitau nih ke Pop Patriotics, kalau selain Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional kita, ada lima pahlawan nasional yang juga berjuang buat pendidikan Indonesia. Siapa aja? Check ‘em out!

1. Dewi Sartika 

Pahlawan Nasional kelahiran Bandung, 4 Desember 1884 ini punya peran penting dengan kontribusinya sebagai perintis pendidikan buat kaum perempuan. Dewi Sartika memiliki orang tua pasangan priyayi dan berpikiran maju, dan menyekolahkan beliau di sekolah Belanda. Di tahun 1902, beliau merintis pendidikan buat kaum perempuan dengan pelajaran yang sederhana, kayak merenda, memasak, menjahit, membaca, dan menulis. Dua tahun kemudian, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri, yang merupakan sekolah perempuan pertama di Hindia Belanda.


Image: http://cdn2.tstatic.net

2. Sam Ratulangi

Mungkin banyak Pop Patriotics yang nggak tau kalau Pahlawan Nasional kita asal Sulawesi Utara ini merupakan salah satu tokoh pejuang pendidikan yang gigih. Yup, aktivis kemerdekaan Indonesia ini terkenal dengan filsafahnya: “Si tou timou tumou tou,” yang artinya manusia baru bisa disebut sebagai manusia kalau sudah bisa memanusiakan manusia. Beliau juga merupakan seorang akademisi yang terkenal. Ia sangat berjasa dalam perjuangan melawan pembodohan dan kolonialisme Belanda di Manado, dan memperjuangkan pendidikan masyarakatnya dengan baik. Sam Ratulangi ditunjuk menjadi gubernur pertama Sulawesi Utara yang membawa kemajuan dan perubahan di Sulawesi Utara lho.


Image: https://upload.wikimedia.org

3. RA Kartini

Semua pasti setuju dong kalau RA Kartini merupakan Pahlawan Nasional perempuan yang menjadi pelopor kebangkitan perempuan Indonesia, yang mana kala itu tidak mendapat hak pendidikan yang baik. Kartini sangat suka membaca. Dari situlah beliau punya pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Beliau juga menaruh perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita, dengan melihat perbedaan yang menjulang antara perempuan Eropa dengan perempuan Indonesia. Menurut beliau, seorang perempuan perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi, dan kesetaraan hukum. Girl power!


Image: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com

4. Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy’ari

Salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 ini merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia. Di kalangan Nahdliyin dan Ulama Pesantren, beliau punya julukan Hadratus Syeikh atau yang berarti Maha Guru.


Image: https://kumpulanbiografiulama.files.wordpress.com

5. Kyai Haji Ahmad Dahlan

Di usia 15 tahun, Kyai Haji Ahmad Dahlan, atau Muhammad Darwis pergi naik Haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Selama waktu tersebut, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam. Di tahun 1903, beliau pergi lagi ke Mekah selama dua tahun dan sempet berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga merupakan guru dari K.H. Hasjim Asy’ari. Beliau dikenal aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan punya gagasan-gagasan cemerlang. Tahun 1912, beliau mendirikan Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di Nusantara. Beliau ingin mengadakan pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. Sejak awal, beliau udah menetapkan kalau Muhammadiyah ini bukan organisasi politik tapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.


Image: https://cdns.klimg.com

Itu tadi Guys, lima tokoh Indonesia yang juga berperan penting dalam pendidikan Indonesia. Dari dulu mereka udah semangat banget menyuarakan pendidikan buat Indonesia, biar bisa makin maju. Pada inget dong, sama “tuntutlah ilmu setinggi langit,”? Masih pada semangat nggak menempuh dan memajukan pendidikan?

SHARE & COMMENT