streatwear indonesia

Siap Untuk AADC 2? Cari Tahu Penyair di Balik Puisi-puisi Rangga

22 Dec 2015

 

"Jadi beda ya satu purnama di Bekasi sama di Jakarta?”

Eeeh…salah ya..itu mah puisi parodi dari Edho Zell ya, bukan puisi aselik-nya Rangga! Ada Apa Dengan Cinta alias AADC memang dashyat banget. Sejak difilmkan 2002 hingga sekarang “demam” AADC nggak hilang-hilang, malah makin memanas. 

Memang, film AADC momentum banget dah! Selain menjadi kebangkitan film nasional, cerita yang ditawarkan nggak cheesy, epic malah! Plus pemain yang benar-benar menjiwai perannya, sampai-sampai tokoh Rangga, Cinta dkk begitu ikonik sampai sekarang. Tapi…..cerita AADC bukan hanya soal tema dan pemainnya saja. Ada satu hal lagi yang bikin AADC megang banget di hati penonton yaitu puisi-puisinya. Pop Patriotics masih ingat kan dengan penggalan puisi, “Aku lari ke hutan lalu menyanyiku… atau “pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh..” puisi-puisi ini menjadi penghias cerita di film AADC 2002 lalu. Puisi-puisi tersebut ditulis oleh Rako Prijanto dan menjadi salah satu sejarah perkembangan puisi anak muda Indonesia. Dan….seperti yang kita tahu nih, Pop Patriotics, Mira Lesmana bakal mengeluarkan AADC 2  tahun 2016 dan sudah menginfokan siapa sosok dibalik puisi-puisi Rangga selanjutnya. Dia adalah…jeng…jeng…jeng..jeng…Aan Mansyur alias @hurufkecil!



Berikut adalah obrolan Damn! I Love Indonesia dengan Aan Mansyur:

Damn! I Love Indonesia (D!) : Bagaimana rasanya menjadi the next poem maker dalam AADC 2?

Aan Mansyur (AM) : Waktu itu saya ragu dan sempat bilang, “Serius nih, bukannya banyak penyair lain yang lebih bagus?”  

D! : Gimana sih, awalnya bisa ditawari kolaborasi dengan Mira Lesmana?

AM: Saya sudah kenal cukup lama dengan Mira Lesmana dan Riri Riza, tapi diajakin-nya pas pameran kolaborasi ilustrasi buku puisi saya dengan Emte di Kemang, April 2015.

D! : Merasa tertekan nggak, secara puisi-puisi di AADC sebelumnya ngehits banget dan pertimbangan kamu akhirnya menerima?

AM : Saya merasa ini tantangan sekaligus kesempatan buat saya karena AADC itu berpengaruh banget terhadap perkembangan puisi terutama buat anak-anak muda. Saya kira, sebelum AADC, puisi lebih identik dengan orang-orang tua.

D! : Kalau puisi-puisi di AADC sebelumya kan khas banget, apakah nuansa puisi di AADC 2 bakal disamain dengan AADC sebelumnya?

AM : Ya, nggaklah. Setelah sekian tahun, Rangga tumbuh dan punya pikiran dan masalah yang kian kompleks tentunya puisi-puisi di AADC 2 akan sangat berbeda.

D! : Bagaimana proses kreatif saat menulis puisi AADC2?

AM : Selama berbulan-bulan dalam proses penulisan, saya terjebak dalam kepala Rangga. Secara puisi-puisi itu kan ceritanya lahir dari pikiran-pikiran Rangga. Saya nonton AADC berkali-kali, riset tentang New York—karena saya belum pernah ke sana, baca skenario AADC 2, membayangkan buku-buku apa saja yang dibaca Rangga selama di New York, apa yang Rangga pikirkan soal Indonesia selama di New York.

D! : Apa harapan kamu dengan kolaborasi puisi di AADC 2 ini?

AM: Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang membaca buku sastra.


Tadinya, Damn! I Love Indonesia mau bujukin Aan Mansyur untuk kasih bocoran lain puisi-puisi yang dibuatnya untuk AADC 2 tapi Aan menolak hehehe. Untuk sekarang, cukup kita puaskan dengan teaser yang sudah beredar ini saja yaa…..


Oh, ya sebelum filmnya tayang, bakal ada lauching kumpulan puisi Rangga yang tentunya dibikin oleh Aan Mansyur, judulnya Tidak Ada New York Hari Ini, yang berisi 30-an sajak cinta kisah Rangga dan Cinta. Don’t miss it, Pop Patriotics! 

SHARE & COMMENT
Anonymous - Mon, 07 Mar 2016 WOW... jadi penasaran dgn puisi2 @hurufkecil