streatwear indonesia

Anindya Kusuma Puteri: "I Feel So Damn Sexy!"

08 Jan 2016

 

Kedengeran-nya terlalu pede, tapi memang bener sih, Anindya Kusuma Putri alias Anin nggak hanya cantik tapi juga seksi. Bukan soal fisiknya aja tapi juga ide-idenya, cara dia ngutarain pendapat, pembawaannya yang membuat Pop Patriotics pasti setuju kalau Anin seksi banget!

Sebenarnya, aselik-nya Anin ini tomboy banget. Olahraganya juga nggak ada kalem-kalemnya sama sekali kayak yoga atau pilates melainkan bulu tangkis dan basket. Musiknya Muse, The S.I.G.I.T dan Efek Rumah Kaca. Suaranya juga nggak bagus-bagus banget untuk dijadikan sebagai salah satu kandidat perempuan cantik sedunia. Bahkan, dia mengaku butuh waktu lamaaaa untuk akhirnya bisa jalan mulus di catwalk, lalu dadah-dadah cantik ke penonton.Sempat juga mendapat sedikit bully di jejaring sosialnya, karena menurut sebagian orang dia nggak cocok untuk menjadi Puteri Indonesia 2015. Finally, dia menunjukkan prestasinya ajang Miss Universe 2015, sebagai 15 besar.

“Seksi? Ya, aku merasa seksi! Kebanggaan terhadap diri sendiri, pencapaian yang aku raih selama ini, itu yang membuat aku merasa seksi,” kata Anin. Well, kalau masih nggak percaya juga, coba deh simak obrolan D! dan Anin berikut ini. Pssst…Anin juga kasih cerita di balik insiden salah sebut nama di event Miss Universe kemarin lho!!

Damn! I Love Indonesia (D!): Menduduki posisi 15 besar sebagai wanita tercantik sedunia bagaimana perasaan kamu?

Anindya Kusuma Putri (AKP): Nggak nyangka banget, karena pas aku menang Putri Indonesia 2015 juga banyak yang underestimated ke aku. Aku tomboy banget! Saking tomboynya, motor pertama yang aku naiki itu motor besar jenis Mega Pro!! Makanya, ketika dipanggil, aku sempat mikir, “Serius, nih?” Pas, akhirnya aku maju, rasanya plong banget, apalagi aku bawa nama Indonesia.


D!: Menurut kamu apa yang menjadi nilai lebih kamu sehingga bisa sampai di posisi 15 besar?

AKP: Miss Universe tahun ini konsepnya memang beda, lebih ke beautiful with couragebrave, bold and adventurous. Aku rasa ini yang “kena” ke aku ya, secara aku tomboy. Selain itu pengalaman aku bergabung di organisasi internasional dan ikut pertukaran pemuda, itu yang mungkin bikin aku bisa masuk 15 besar. 


D!: Oh, ya sebelumnya di tahun 2011 kamu ikut pemilihan Puteri Indonesia Jawa Tengah tapi kalah dengan Maria Selena baru ikut lagi di 2015 ya…

AKP: Iya, waktu 2011 aku sama sekali nggak ada persiapan dan setelah kalah di pemilihan Puteri Indonesia Jawa tengah, aku aktif di AISEC kemudian pertukaran pemuda. Dua kegiatan itu membantu aku banget, soalnya selama berorganisasi, kemampuan aku di leadership dan membuat social project diasah banget. Makanya, aku mikir kenapa nggak coba aja lagi (Puteri Indonesia—red). 


D!: Kamu orangnya penasaran banget ya?

AKP: Sebenarnya bukan dibilang penasaran ya, salah satu pembimbing aku di AISEC pernah bilang ke aku, selalu bekerja keras dan jangan pernah menyerah, sabar dan kalau udah memang rejeki kita pasti bakal ke kita juga. Ini yang jadi motivasi aku untuk ikut Puteri Indonesia dan hal-hal apapun.


D!: Jadi setelah Miss Universe ini, goal kamu apa?

AKP: Pulang ke Semarang, nyelesein skripsi terus kerja yang berkaitan dengan pendidikan aku. Maunya sih sesuatu yang berbau Public Relation tapi lebih ke bidang pariwisata terutama potensi wisata daerah. 


D!: Punya pengalaman menarik nggak terlupakan saat karantina Miss Universe 2015?

AKP: Paling menyenangkan buat aku adalah masa-masa nongkrong bareng dengan kontestan yang lain di hospitality room, bisa gila-gilaan bareng, cerita apapun. Apalagi sebelum karantina, aku bikin group WhatsApp, ngontak Miss Philippines, Malaysia, dan Great Britain lewat instagram, terus kita bareng-bareng ngumpulin Miss yang lainnya untuk gabung di group WhatsApp. Jadinya, kita udah kompak duluan sebelum ketemu di karantina.


D!: Eniweiawkward banget ya, pas MC salah baca nama pemenang kemarin? Ada cerita-cerita nggak soal itu?

AKP: Insiden itu memang bikin kita semua terkejut dan sempat cukup nggak terkendali aja. Apalagi moment crowning yang nggak banget, semua orang juga kalau di posisi Miss Colombia bakal shock secara mahkota yang udah dipasang di kepalanya tiba-tiba dilepas trus dipasang ke orang lain. Memang sih, sempat ribut soal masalah crowning ini dan sampai yang seharusnya nggak ikut kebawa juga.


D!: Jadi, pas heboh-heboh salah baca nama itu, ada beredar foto kalau Miss yang lain seperti nggak memberi tempat buat Miss Philippines pas mau jalan mendekati Miss Colombia?

AKP: Nggak sih, maksud teman-teman lain, nanti aja dulu. Jangan sekarang. Moment-nya nggak tepat. Gitu sih…


D!: Btw, group WhatsApp yang kamu bikin kemarin masih ada sampai sekarang?

AKP: Iya, masih.

    

    

D!: Miss Philippines dan Miss Colombia masih ada di group itu?

AKP: Masih, mereka baik-baik saja kok, hehehe…


D!: Iya, soalnya kan banyak yang bilang apa yang kita lihat live di kontes kecantikan berbeda dengan aslinya. Real-nya persaingannya lebih “sadis”…

AKP: Memang, sebelum berangkat beberapa senior bilang hati-hati, bisa jadi ada kontestan yang iseng, berdasarkan pengalaman yang sebelumnya ada yang ngumpetin sepatu, kunciin di kamar mandi karena sirik. Tapi, ternyata pas di hari H, seru-seru aja kok. 


D!: Kamu paling kompak dengan siapa?

AKP: Miss Singapore sih, selain karena dia room mate aku di sana, ternyata dia juga punya keluarga di Semarang, pas banget dengan aku yang memang asli Semarang. Selain itu kami sama-sama tukang tidur. Mungkin itu yang bikin kami kompak hehehe. Oh, ya, dia ada rencana bakal main ke Semarang pastinya aku nunggu moment kami ketemuan lagi. 


D!: Kamu punya saran untuk the next Puteri Indonesia selanjutnya?
AKP: Harus bisa memanfaatkan media sosial dengan baik. Karena power yang kita punya sebenarnya disitu, kan kita punya nama hampir sama seperti public figure yang lain dimana social media ini bisa kita jadikan sebagai alat untuk memotivasi anak-anak muda Inonesia. Puteri Indonesia juga punya banyak kesempatan untuk melihat sisi lain dari Indonesia. Ini yang yang harus dibagi, kan nggak semua kita bisa travel around Indonesia. Ketika orang-orang lain bisa melihat keindahan Indonesia yang sesungguhnya, ada rasa bangga dan bersyukur. Kita harus memulai kebanggaan itu dari diri sendiri baru ke orang-orang luar bisa tertarik dengan kita. 

D!: Ngomongin social media. Kamu punya saran untuk anak-anak muda Indonesia mengenai penggunaan social media yang baik?
AKP: Stoplah memaki. Gunakanlah social media sebagai alat yang positif. Ketimbang memaki , lebih baik mulai mengirimkan pesan ke dunia tentang Indonesia ataupun saling memberi semangat.  


SHARE & COMMENT