streatwear indonesia

5 "Manfaat" Tersembunyi Dari Mengenakan Batik

16 Mar 2016

 

Menurut sejarah, sebelum kerajaan Mataram terpecah menjadi dua yang sekarang ini menjadi Solo dan Jogjakarta, dulunya Solo dan Jogja memiliki motif batik yang sama. Nah, yang membawa akar batik yang awal adalah Jogja sedangkan Solo membuat sendiri motifnya yang memang nggak jauh-jauh dari yang sebelumnya. Perbedaan yang mencolok dari keduanya hanya pada warna dasar batiknya. Kalau Solo lebih ke coklat sedangkan Jogja latarnya lebih condong ke putih.

Setiap motif juga memiliki pemaknaannya masing-masing. Nggak sekadar “tempelan” untuk mempercantik aja. Dari maknanya ini jugalah setiap batik nggak boleh dikenakan sembarangan. Ini dia nih 5 motif batik dengan maknanya yang wajib kita tahu Pop Patriotics!


image: http://4.bp.blogspot.com/


1. Motif Truntum

Motif truntum melambangkan cinta abadi dan kesetiaan. Sering digunakan saat upacara pernikahan. Dikenakan oleh mempelainya ataupun tamu undangan yang datang.

image: rantingkemuning.files.wordpress.com


2. Motif Parang

Nah, kalau ini nih, melambangkan semangat perjuangan dan sering digunakan saat kerja ataupun sekolah. Jangan sekali-sekali pakai batik dengan motif parang ke pernikahan ya karena jatuhnya nggak bagus ibaratnya kita kayak mau nantangin gitu. Yah, kecuali ke nikahan mantan ya hehehe…

image: http://smp-prosit.com/


3. Motif Tambal 

Makna dari motif batik ini adalah memperbaiki kerusakan membuatnya jadi lebih baik. Zaman dulu kalau putra-putri keraton sedang sakit diselimuti dengan kain batik dengan motif tambal. Sampai sekarang sih, ibu-ibu Jawa masih menyelimuti bayinya yang sakit dengan kain batik dengan motif tambal. Kira-kira bisa menambal hati yang luka juga nggak ya, Pop Patriotics? Hehehe...

image: http://4.bp.blogspot.com/


4. Motif Kawung

Artinya dalam nih, Pop Patriotics! Melambangkan jati dirinya manusia, asal mulanya manusia. Atau istilah Jawanya, sedulur papat limo pancer yang pemaknaannya kalau mau berhasil dalam kehidupan jasmani dan rohani kita nggak boleh lupa dengan kebudayaan asli leluhur dan selalu bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Yup! Seperti batik, kita harus menjaga dan melestarikannya, Guys! 

image: http://smp-prosit.com/


5. Motif Sido Asih

Dibikin oleh istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII untuk anak perempuannya saat hendak menikah dengan raja Solo dengan harapan akan membawa kebahagiaan abadi sampai maut memisahkan. Hmm…


image: ubatik.files.wordpress.com


SHARE & COMMENT