streatwear indonesia

5 Alasan Paling Masuk Akal Kenapa Kita Harus Stop Beli Barang Bajakan

30 Mar 2016

 

Selamat Hari Film Nasional Pop Patriotics! Ngomongin soal film nasional, D! mau share info nih, ternyata film termasuk industri yang sering mengalami pembajakan. Dan kerugiannya nggak tanggung-tanggung lho! Mengutip berita dari kompas.com 18 September 2015 lalu, dari catatan Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), pembajakan satu film melalui bioskop, televisi, digital dan home video bisa mengakibatkan kerugian Rp 4,3 miliar! Itu masih film lho, belum lagi industri lainnya.

image: http://cdn.klimg.com/

Pembajakan memang menjadi problem yang sejak dulu jadi momok buat kita. Sudah saatnya kita katakan TIDAK pada pembajakan. Kalau bukan kita yang mengapresiasi kreativitas produk lokal, siapa lagi coba? Show our respect, Pop Patriotics!

D! juga akhir-akhir ini sering mendapat keluhan mengenai produk PALSU/BAJAKAN dari Pop Patriotics yang membeli produk D!. Ternyata ada banyak pihak-pihak nggak bertanggung-jawab yang mengatasnamakan D! kemudian menawarkan produk D! dan menggunakannya dalam bentuk komersil. Duh, sampai segitunya ya, berarti D! keren banget dong, sampai dibajak hehehe.

But, it’s not cool! Ada undang-undang yang mengatur mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu UU No 28 Tahun 2014 yang membahas mengenai perlindungan hukum buat proses kreativitas individual ataupun lembaga. Btw, ngomongin soal pembajakan, sebenarnya kerugian nggak hanya di pihak si pembuatnya, tapi juga konsumen yang menggunakan produk PALSU/BAJAKAN. Contoh sederhananya aja adalah kualitasnya. Sebenarnya banyak hal lagi kenapa pembajakan itu bukan tindakan yang oke banget. Check these out!


image: http://nisrina.co.id/

1. Nggak Menghargai Industri Kreatif

Membajak sama sekali nggak menghargai industri kreatif. Bayangkan aja sebuah ide di kopas terus dijadikan komersil. Tentunya tindakan ini sangat merugikan yang punya ide dong. Dia udah membuat sebuah konsep, pastinya menghabiskan waktu untuk memikirkan konsep tersebut kemudian orang dengan seenaknya meng-copy karyanya untuk dikomersilkan. Guys, tindakan ini nggak high class banget lho!

image: muhammadami.files.wordpress.com


2. Bangganya Menggunakan Original

Banyak orang rela memburu barang original entah itu tas, sepatu atau produk apapun sampai ke luar negeri atau antre berjam-jam di tokonya demi mendapatkan barang yang asli. Ada rasa kebanggaan tersendiri ketika menggunakan barang asli. Apalagi kalau limited edtion! Mau gaya pun nggak usah takut kalau barang yang dipakainya bajakan hehehe. Ya nggak?


3. Semua yang Namanya Palsu Nggak Ada Enak-enaknya

Setuju nggak? Mulai dari pertemanan sampai  simple-nya aja deh, cinta aja nggak enak kalau yang palsu ‘kan? Apalagi kalau barang palsu?

image: http://s.quickmeme.com/

4. Barang Asli Lebih Awet

Ya, namanya juga barang asli, original, memang lebih mahal tapi awet dan tahan lama. Buktikan aja sendiri. Atau jangan-jangan kamu sudah membuktikannya? Coba Pop Patriotics cek barang asli yang Pop Patriotics beli bandingkan dengan yang palsu, pasti yang asli lebih awet. Itu semua balik lagi ke kualitas. “Ada harga ada barang lho…” kata enci-enci di Mangga Dua hehehe…

  


  


  


5. Mengambil Apa yang Menjadi Hak Orang Lain

Iya dong, secara yang punya hak paten adalah si A karena dia yang memberikan ide kemudian memproduksi barang tersebut pertama kali. Terus tiba-tiba aja ada si B yang meng-copy karyanya dan menjualnya. Yang rugi si A dong dan si B bisa dibilang telah “mencuri” apa yang seharusnya menjadi hak si A.

  

image: http://nisrina.co.id/


Say no to piracy, Pop Patriotics! Kalau memang kita suka banget dengan suatu karya kreatif, belilah yang asli jangan bajakan! Waspadalah…waspadalah :) 

SHARE & COMMENT