streatwear indonesia

Cerita Dongeng Indonesia yang Lebih Romantis dari Drama Korea

11 Nov 2015

 

Khusus buat cewek-cewek (dan... a-hem! beberapa minoritas cowok), banyak dari kalian yang suka terenyuh saat nonton drama Korea. Jangan merasa bersalah, itu bukan dosa sama sekali, just enjoy what you like!

Tapi, mau ingetin aja kalau ada lho dongeng dari Indonesia yang nggak kalah so sweet dari drama Korea. Udah tau cerita Ande-Ande Lumut? Ini versi singkatnya dari kita! Jadi dulu ada wanita cantik bernama Dewi Candra Kirana yang sudah menikah dengan seorang putra mahkota bernama Raden Putra. Terus, gara-gara Raden Putra menolak menjadi raja menggantikan ayahnya, dia diusir dari istana kerajaan. Si Raden Putra pergi tanpa mengajak Dewi Candra Kirana dan hilang entah kemana.  *Sok tau* Kuat dugaan kita, dia nggak mau istrinya ikut menderita hidup di luar istana. 

Tapi karena saking cintanya si Dewi kepada Raden, dia menyamar jadi perempuan desa biasa untuk mencari sang kekasih hati. Sampai akhirnya dia bertemu seorang janda kaya bernama Mbok Randa Karangwulusan dan diangkat anak kemudian diberi nama baru yaitu Kleting Kuning. Mbok Randa sendiri sudah punya tiga orang anak yaitu Kleting Abang, Kleting Wungu, dan Kleting Biru. Sehari-harinya, tiga anak Mbok Randa sangat jahat terhadap Kleting Kuning karena iri dengan wajah cantik Kleting Kuning. Mereka sengaja membuat Kleting Kuning memakai pakaian jelek dan kumal sehingga terlihat seperti pembantu yang nggak waras, dan membuat Klenting Kuning mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. *Sok tau kedua* nggak tau sih kenapa si Klenting Kuning mau aja diperlakukan begitu, hmmm...

Lalu di episode... eh maksudnya di suatu hari lainnya, dari desa tetangga terdengar kabar kalau ada lagi satu orang Mbok Randa (Dadapan) yang juga mengangkat anak. Mohon jangan bingung, yang di atas tadi namanya Mbok Randa Karangwulusan, kalau yang ini namanya Mbok Randa Dadapan. Hufffh... agak ribet ya. Eniwei, anak angkatnya Mbok Dadapan ini katanya gantengnya tuh bisa bikin setiap gadis yang melihatnya jatuh cinta sampai menggelepar-gelepar dengan mulut berbusa. Eh? Sori agak lebay hiperbolanya.  Namanya Ande-ande Lumut.

Saking terkenalnya, banyak gadis datang ke sana untuk melamar si anak angkat Mbok Dadapan itu (dongeng zaman dulu modern juga ya, emansipasi wanita banget!). Mbok Karangwulusan nggak mau ketinggalan dan ikut menjodohkan anak-anaknya. Tapi ada satu syarat khusus yang dikenakan ke semua gadis yang ingin menemui Ande-Ande Lumut, mereka semua harus menyebrangi sebuah sungai lebar berair dalam. Tidak ada yang bisa mereka tumpangi untuk menyebrang. Dan di sela-sela itu selalu muncul raksasa air yang bernama Yuyu Kangkang yang menawarkan bantuan tapi meminta imbalan berupa ciuman. Semua gadis yang ingin menyebrang bersedia memberikan ciuman untuk Yuyu Kangkang, menang banyak lah si raksasa air! Eiiiittts, semua kecuali si Klenting Kuning. 



Klenting Kuning menolak mencium Yuyu Kangkang tapi akhirnya tetap bisa menyebrang (cari tau caranya dengan baca dongeng aslinya sendiri yaaa) dan berhasil menemui Ande-Ande Lumut. Pas sampai di sana, ketiga saudari tirinya sudah ditolak mentah-mentah karena si Lumut tahu mereka sudah mencium si raksasa air. Tapi saat dia melihat Klenting Kuning dia terpana. Bukan! Bukan karena eye shadow-nya luntur ke pipi, bukan karena lipstick-nya kepeleset sampai ke dagu, bukan juga karena blush on-nya jadi berwarna biru seperti lebam. Dia terpana karena dia tahu Klenting Kuning nggak mencium Yuyu Kangkang. Mbok Dadapan nggak setuju saat melihat penampilan Klenting Kuning yang nggak terawat (karena diperlakukan buruk oleh keluarga angkatnya), tapi Ande-ande Lumut meyakinkannya.

"Ibu jangan melihat penampilan luarnya," kata Ande-ande Lumut, "Sesungguhnya gadis ini mampu menjaga kehormatan dirinya. Tidak seperti gadis-gadis lainnya. Dia nggak sudi dijamah Yuyu Kangkang. Dialah calon istri yang terbaik untukku."

Di saat itulah juga Klenting Kuning lantas segera membuka kedoknya sebagai Dewi Candra Kirana. Tak terkirakan keterkejutan orang-orang ketika melihat sosoknya yang sangat cantik. Kegemparan pun kian menjadi-jadi saat Ande-ande Lumut juga membuka jati dirinya yang ternyata adalah Raden Putra yang tengah menyamar. Akhirnya happy ending deh, Dewi Candra Kirana bertemu kembali dengan suami tercintanya dan keduanya lantas hidup sebagai suami istri kembali seperti yang mereka lakukan dahulu di istana Kerajaan. *entahlah gimana caranya*

Terlepas dari happy ending ini, mungkin ada juga dari kalian yang penasaran kenapa si Dewi yang sedang menyamar sebagai Klenting Kuning masih mau ikut melamar Raden yang sedang menyamar jadi Ande-ande Lumut? Hmmm, kalau ada yang punya jawaban atau teorinya sendiri, kasih tau kita yaaa!

SHARE & COMMENT