Warning: getimagesize(https://damniloveindonesia.com/image/catalog/explore_indonesia/Artikel/tari_seudati.png): failed to open stream: Redirection limit reached, aborting in C:\Inetpub\vhosts\damniloveindonesia.com\httpdocs\catalog\view\theme\default\template\common\header.tpl on line 311
streatwear indonesia

Dua Tarian Aceh yang Dilarang Pada Zaman Penjajahan Belanda

16 Nov 2015

 

Satu lagi alasan kenapa kita harus menghargai jasa para pahlawan, Pop Patriotics! Believe it or not, di zaman penjajahan Belanda dahulu tidak semua tarian daerah Indonesia diperbolehkan. Ini beberapa tarian yang pernah dilarang di Indonesia di zaman penjajahan Belanda.

1. Tari Saman

Saat ini merupakan salah satu tarian daerah yang paling mudah dikenali oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Dulunya tarian ini dianggap memiliki unsur magis yang bisa menyesatkan. Mungkin maksudnya si penjajah, takut disihir gitu kali ya? However, untungnya larangan itu tidak dihiraukan masyarakat Aceh, tarian ini terus berkembang sampai sekarang ini!



2. Tari Seudati

Kalo kalian liat tariannya, pasti juga ga akan ketemu alasannya kenapa tarian ini bisa dilarang. Tapi dulu ditakuti karena katanya bisa membakar semangat para pemuda saat berperang melawan penjajah.



BONUS: Tari Didong

Awalnya adalah sarana hiburan bagi tentara Jepang yang menduduki tanah Gayo sebelum akhirnya menjadi jembatan informasi dari pemerintah ke desa-desa. Sayangnya, di 1950-an ketika terjadi pergolakan DI/TII kesenian Didong terhenti karena dilarang oleh PDI/TII. Kabarnya DI/TII menganggap Angkatan Bersenjata Republik Indonesia menyusup dalam Didong dan memperalat seni ini untuk kepentingan negara Indonesia.

SHARE & COMMENT