damniloveindonesia

Ini Lho 8 Film Pertama yang Diproduksi di Indonesia!


16 Sep 2016

Posted By Damn! I Love Indonesia (Natalya Wijaya)

 

Sebagai anak muda yang cinta produksi dalam negeri, Pop Patriotics juga wajib tau nih, sejarah perfilman di Indonesia. Mulai dari lokasi syuting, sampai diproduksi sama perusahaan Indonesia! Ini dia 8 filmnyaaa...


1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

Film yang rilis pada 31 Desember 1926 oleh NV Java Film Company ini merupakan film pertama yang diproduksi di Indonesia. Disutradarai dua orang Belanda, G. Kruger dan L. Heuveldorp, dibintangi aktor-aktris pribumi, film ini diputar perdana di dua bioskop terkenal, Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic, Bandung. Film ini pernah di-remake dua kali, tahun 1952 dan 1983. Film ini dibuat berdasarkan cerita pantun dengan judul yang sama, yang berarti ‘Si Lutung yang Tersesat’ yang zaman itu masih populer di masyarakat Sunda, dengan tokoh utama yang menyerupai seekor lutung.

image: https://upload.wikimedia.org

2. Lily van Java (1928)

Film yang juga dikenal dengan judul Melatie van Java ini adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia), disutradarai Nelson Wong. Alur film ini ngeceritain seorang wanita yang dipaksa nikah sama pria yang nggak dicintainya. Rincian pemeran dan kualitas peran nggak jelas, tapi film ini diakui sebagai film pertama dari serangkaian film yang diproduksi Tionghoa Hindia Belanda. Tapi sayang, film ini bisa jadi hilang dari peredaran.

image: https://upload.wikimedia.org

3. Resia Boroboedoer (1928)

Film ini merupakan film petualangan yang diproduseri Nancing Film Corp dan film kedua yang diproduksi konglomerat Tiongkok di Indonesia setelah film Lily van Java dan film pertama yang langsung ditargetin buat penonton etnis Tiongkok. Film ini merupakan film bisu hitam putih yang dibintangi aktris Tiongkok, Olive Young dan berkisah tentang seorang gadis yang mencari abu Gautama Buddha di Candi Borobudur.

image: https://upload.wikimedia.org

4. Setangan Berloemoer Darah (1928)

Film ini diadaptasi dari novel Tionghoa Melayu tahun 1927 karya Tjoe Hong Bok yang terbit di Semarang. Novel ini ngeceritain seorang pemuda yang mau balas dendam atas pembunuhan ayahnya sebelum akhirnya maafin si pembunuh. Adaptasi film novel ini dibuat oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang.

image: http://3.bp.blogspot.com

5. Njai Dasima (1929)

Film ini diperanin N. Noerhani, Anah, Wim Lender, Momo, dan lain-lain. Disutradarai Lie Tek Swie dan diproduksi Tan’s Film. Cerita film diambil dari buku karangan G. Francis yang terbit tahun 1896, ditulis berdasarkan kisah nyata, yaitu kisah istri simpanan bernama Nyai Dasima dengan lokasi cerita terjadi di sekitar Tangerang dan Jakarta sekitar tahun 1813-1820an. Nyai Dasima adalah gadis asal Kuripan, Bogor yang jadi istri simpanan pria berkebangsaan Inggris, Edward William yang kemudian pindah ke Jakarta. Dasima kemudian terkenal karena kecantikan dan kekayaannya. Ada salah satu penggemarnya, Samiun, yang bersemangat memiliki Nyai Dasima yang kemudian membujuk Mak Buyung agar Nyai Dasima menerima cintanya. Mak Buyung berhasil membujuk Nyai Dasima meski Samiun udah beristri. Namun setelah berhasil dijadikan istri mudanya, Nyai Dasima hanya disia-siakan oleh Samiun.

image: https://upload.wikimedia.org

6. Si Tjonat (1929)

Film bandit Indonesia ini disutradarai Nelson Wong dan diproduseri Wong dan Jo Eng Sek, diadaptasi dari novel karya F.D.J. Pangemanan, film ini mengisahkan pria pribumi yang kabur ke Jakarta setelah membunuh temannya dan jadi bandit. Film bisu ini lebih ditujukan ke penonton etnis Tiongkok dan mendapat beragam tanggapan dan pendapatan yang nggak jelas.

image: https://upload.wikimedia.org

7. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)

Film ini masuk dalam kategori film drama Indonesia yang disutradarai, diproduksi, dan difilmkan oleh The Teng Chun. Diadaptasi dari novel berjudul sama, film ini mengisahkan suasana romantis rumit yang dialami dua generasi etnis Tionghoa di Indonesia. Film ini merupakan contoh awal film bersuara dalam negeri dan didaur ulang tahun 1975 dengan judul Bunga Roos.

image: https://upload.wikimedia.org

8. Darah dan Doa (1950)

Film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi tahun 1950 ini dibintangi Faridah dan merupakan film Indonesia pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara, setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Indonesia. Film ini adalah film produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) dan tanggal syuting pertama film ini pada 30 Maret 1950 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional berdasarkan Keppres Nomor 25/1999. Film ini mengkisahkan tentang seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta sama gadis Jerman yang bertemu di tempat pengungsian karya penyair Sitor Situmorang.

image: http://bantenterkini.com



COMMENT


Guys, Jangan Sepelekan Musik Dangdut Indonesia! ❮ Prev Article
Ini Fakta-Fakta Kain Tenun Asli Indonesia Yang Perlu Kamu Ketahui Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Sticker Sign Damn! Black ...
IDR IDR 15.000
Tee Male D! String Neon B...
IDR IDR 250.000
Tee Male Sukarno Sight Na...
IDR IDR 250.000
Laptop Case Denim
IDR IDR 230.000