Warning: getimagesize(https://damniloveindonesia.com/image/catalog/globalUpload/gesang_opening_resize.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in C:\Inetpub\vhosts\damniloveindonesia.com\httpdocs\catalog\view\theme\default\template\common\header.tpl on line 312
streatwear indonesia

Gesang dan Bengawan Solo yang Mendunia

03 Oct 2016

 

“Bengawan Solo... Riwayatmu ini

Sedari dulu jadi... Perhatian insani

Musim kemarau, tak seberapa airmu

Dimusim hujan air... Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo, terkurung gunung seribu

Air meluap sampai jauh, dan akhirnya ke laut

Itu perahu, riwayatnya dulu

Kaum pedagang selalu, naik itu perahu...”

image: pencuriperadaban.blogspot.com

Rakyat Indonesia mana yang nggak kenal sama lagu ini? Lagu Bengawan Solo diciptain oleh sang maestro, Gesang, atau lengkapnya Gesang Martohartono saat beliau masih umur 23 tahun. Sejarahnya, Gesang muda waktu itu lagi duduk di tepi Bengawan Solo. Beliau selalu kagum sama sungai itu dan terinspirasi buat nyiptain lagu. Setelah enam bulan, terciptalah lagu ini.

image: www.soloterkini.blogspot.com

Mungkin banyak Pop Patriotics yang belum tau, kalau lagu Bengawan Solo ini nggak cuma populer di Indonesia, tapi juga di dunia. Lirik lagu dan iramanya yang sederhana bikin lagu Bengawan Solo bisa dinikmati sama semua orang, nggak terkecuali rakyat Jepang. Lagu ini pertama kali dibawain sama tentara Jepang, Toshi Matsuda di tahun 1947 abis Perang Dunia II. Toshi nerjemahin lirik lagu Bengawan Solo ke dalam bahasa Jepang terus direkam dan banyak warga Jepang yang jatuh cinta sampai akhirnya banyak dinyanyiin sama penyanyi-penyanyi di Jepang! Nggak cuma itu, lagu Bengawan Solo di Jepang juga jadi lagu pengantar senam dan pernah jadi soundtrack film Nora Inu atau Stray Dog bikinan Akira Kurosawa yang dibuat paska Perang Dunia II. Nah, sebagai bentuk penghargaan atas kepopulerannya ini Jepang ikut bayar royalty dan hak cipta dari lagu Bengawan Solo sebanyak seratus juta Rupiah per tahun. 

image: http://media.viva.co.id/

Selain di Jepang, lagu Bengawan Solo ini juga pernah jadi lagu perjuangan rakyat Polandia di tahun 1965. Lirik lagu yang berjudul Kiedy Allach Szedl ditulis sama Marek Sewen dan Roman Sadowski dan dinyanyiin sama Violetta Villas, diva Polandia. Lagu ini menggambarkan impian rakyat Polandia buat bisa hidup merdeka di tanah yang mereka tinggali. Dengan irama lagu Bengawan Solo, lagu perjuangan ini berhasil jadi lagu yang ngasih semangat buat rakyat Polandia dan masih dikenang sampai saat ini.

Di Hong Kong, lagu Bengawan Solo ini diterjemahin ke Bahasa Inggris dengan judul By the River of Love buat jadi soundtrack film In The Mood of Love yang disutradarai Wong Kar-Wai di tahun 2000 dan diputar di Festival Film Cannes di tahun yang sama.

image: https://catatanpunyatia.files.wordpress.com

Fakta membanggakan lainnya, belum pernah ada lagu anak bangsa yang diterjemahin ke berbagai bahasa di dunia selain lagu Bengawan Solo. Lagu ini seenggaknya udah dinyanyiin dalam Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Perancis, bahkan Bahasa Rusia! Hal ini juga nunjukkin kalau lagu Bengawan Solo ini jadi salah satu lagu Indonesia yang melegenda di dunia. Nih buktinyaaa...

//www.youtube.com/watch?v=bfRDtvnv9bg

Walaupun udah berusia lebih dari 50 tahun, lagu ini sering diperdengarkan di berbagai belahan dunia. Awalnya Gesang bukan pencipta lagu, tapi penyanyi keroncong di acara pesta kecil-kecilan di Solo. Gesang udah berjasa banget “memperduniakan” musik keroncong asli Indonesia lewat lagu Bengawan Solo ini sampai ke luar negeri. Atas jasanya ini, pemerintah Indonesia di tahun 1983 bikin Taman Gesang di dekat Bengawan Solo yang pembangunannya didanai Jepang. Disana juga terdapat monumen patung Gesang dilengkapi partitur lagu Bengawan Solo.
image: www.tribunnews.com

Terima kasih, Gesang.


Diolah dari berbagai sumber
SHARE & COMMENT