streatwear indonesia

Filosofi Hidup Dibalik Minum Teh di Keraton Jogjakarta

05 Dec 2016

 

Pop Patriotics apalagi generasi milenial pasti sering nih ngadain high tea bareng temen-temen se-geng. Baik itu di hotel berbintang, restoran mewah, atau open house aja di rumah. Ya, ritual tersebut emang lagi hits dan hits-nya ternyata udah dari dulu. Kalau Pop Patriotics mungkin taunya asal high tea ini dari Inggris, atau yang biasa dikenal afternoon tea, dimana para bangsawan Inggris berkumpul, nongski, dan bersosialisasi sambil minum teh dan makan kudapan ringan. Nah, itu di Inggris. Di Indonesia sendiri, ada ritual minum teh di Keraton Jogyakarta yang nggak kalah menarik buat disimak, bahkan kaya akan tradisi lho! Kayak apa? Yuk, monggo dibaca...

Image: http://4.bp.blogspot.com/

Tradisi minum teh udah dikenal sejak zaman dulu di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keraton mengenal gaya minum teh ini sebagai tradisi Patehan. Tradisi ini merupakan tradisi menyajikan minuman kepada Sultan Hamengku Buwono di Keraton Jogjakarta yang rutin dilakukan setiap hari di jam 6 pagi, 11 siang, dan jam 4 sore.
Image: https://sigidmaneh.files.wordpress.com

Ritual ini dimulai dengan datengnya beberapa abdi dalem wanita yang memakai jarik, salah satunya bawa payung kuning menuju Gedhong Patehan. Nah Gedhong Patehan ini adalah bangunan yang dipakai buat nyiapin minuman teh atau disebut juga dapurnya Keraton. Tapi, pengunjung dibatasi biar nggak pada masuk ke area belakang Patehan. Kalau hidangan minum tehnya udah siap, para abdi dalem kemudian menuju ke dalam Keraton.
Image: https://sigidmaneh.files.wordpress.com

Para abdi dalem jalan iring-iringan bawa air putih, teh, dan kopi buat disajikan kepada Sultan di Kraton Kilen, tempat Sultan tinggal. Sebutan ‘patehan’ ini berasal dari nama salah satu bangsal di dalam Keraton Jogjakarta.
Image: https://wujudkan.com

Yang bikin ritual minum teh Keraton ini menarik adalah kekhasan teh yang disajikan di tradisi Patehan. Dimana teh yang disajikan adalah teh nasgitel, alias panas, legikentel. Di dalam teh nasgitel ini tersimpan nilai-nilai kehidupan yang baik. Kalau teh nasgitel ini diibaratkan kehidupan, selalu ada yang pahit, wangi, panas, dan kental. Kemudian, ada gula batu yang disajikan bareng teh nasgitel, dan diibaratkan sebagai bentuk kenikmatan hidup. Letak filosofinya adalah kebahagiaan selalu diperoleh melalui kerja keras, dan tempaan waktu. Teh panas bertemu gula batu dan sama-sama mencair, bisa menghasilkan rasa yang pas, maka disanalah keseimbangan hidup tercipta.
Image: http://krjogja.com/
SHARE & COMMENT