streatwear indonesia

Wah, Kalau di Suku Ini Kawin Lari Justru Bikin Bangga Lho!

04 Jan 2017

 

Negara kita emang terkenal kaya akan suku dan budayanya yang beragam. Mulai dari pakaian adat, makanan, sampai ritual pernikahan. Pernikahan di suku Serawai dari Bengkulu jelas beda dengan pernikahan di suku Betawi dari Jakarta. Nah, pada kesempatan kali ini, Damn! mau ngebahas satu ritual pernikahan di salah satu suku di Indonesia yang boleh terbilang unik. Lha, gimana nggak unik, pasangan justru diwajibin buat kawin lari! Eh, tapi bukan literally kawin sambil lari ya, capek itu mah. Penasaran kayak gimana? Nih diaaa...

Image: http://3.bp.blogspot.com/

Di Lombok, ada suku Sasak yang punya ritual Merarik atau kawin lari. Tapi ini beda ya kayak di sinetron-sinetron. Tradisi ini dianggep cara paling terhormat buat menikahi seorang gadis.

Merarik atau menculik seorang gadis adalah salah satu ritual yang dilakuin sebelum proses ijab qabul. Merarik ini justru bentuk harga diri buat nunjukkin kenjantanan laki-laki dari Sasak, karena berhasil melarikan seorang gadis yang jadi pujaan hatinya. Aaaw...

Image: http://4.bp.blogspot.com/

Orang tua di Suku Sasak malah bangga lho kalau anak gadisnya dibawa pergi lewat prosesi Merarik ini. Justru kalau anaknya di”minta” tanpa adanya Merarik, malah dianggep kayak minta barang yang nggak berharga.

Image: http://3.bp.blogspot.com/

Tapi Merarik ini nggak sembarangan, Guys. Merarik dilakukan kalau kata pernikahan udah jadi sepakat antar pihak cowok dengan cewek. Dan dilaksanain pada malam hari saat bulan dan hari baik menurut mereka. Pas mau diculik, sang gadis mesti ada di rumahnya sendiri. Soalnya pantang buat Merarik gadis pas doi lagi nginep di rumah orang lain. Bisa dianggep menghina keluarga gadis dan oleh adat setempat bakal dikasih sanksi denda.

Image: http://4.bp.blogspot.com/

Udah gitu, gadis yang diculik nggak dibawa pulang ke rumah calon suami, melainkan ke rumah kerabat calon suami. Pas sampai di rumah persembunyiannya, kaki gadis dibasuh pakai air yang udah disediain sebelum doi naik ke serambi yang udah disiapin juga. Terus... Keluarga gadis yang merasa kehilangan anak gadis baru ngelapor ke kepala kampung, dan disebut mesejati.

Image: http://hellolombokku.com/

Tiga hari abis Merarik, pihak cowok ngasih kabar atau Nyelabar ke keluarga si cewek kalau anaknya dibawa kabur. Di beberapa desa, urusan ini jadi urusannya desa. Maksudnya, kepala desa dari pihak cowok yang ngasihtau kepala desa pihak cewek, terus baru deh disampein ke keluarganya cewek. Barengan sama Nyelabar, dikirim satu utusan yang dipimpin sama penghulu. Baru deh dilakuin akad nikah dengan minta keikhlasan mempelai wanita lebih dulu, sedangkan walinya boleh dateng sendiri atau dijemput.

Image: https://lombokculturesite.files.wordpress.com

Wahh... Meskipun kedengerannya ribet tapi ini tetep sakral lho, Guys. Sayangnya, makin kesini anak-anak muda Suku Sasak ini udah mulai ninggalin ritual ini karena ya itu, nggak mau repot. Tapi bagusnya, para orang tua masih mau nerusin ritual ini biar terus berjalan. Ada baiknya juga lho Guys kalau kita generasi muda ikut nerusin berbagai ritual dan tradisi yang ada, biar bangsa kita tetep kaya. Ya ‘kan? Gimana menurut kalian?

SHARE & COMMENT