damniloveindonesia

Bye Budaya "Nyampah"!


14 Jan 2016

Posted By Damn! I Love Indonesia (Ester P.)

 

Tahun baru masih "nyampah" di sosial media? Puhleaze deh, kebiasaan kayak gini nggak baik buat perkembangan fisik dan mental kita. Plus, bisa jadi posting-an kita malah membuat orang yang membaca juga terbawa dengan aura negatif kita. Secara masih dalam suasana tahun baru, stop deh memaki di sosial media. Yuk, mulai sekarang pikir dua kali sebelum posting apapun. Ini dia nih, aturan supaya posting-an kita bebas dari “sampah”.

1. Posting Keindahan Boleh Tapi…

Nggak ada salahnya sih rajin posting keindahan Indonesia tapi jangan sampai postingan kita malah bikin orang-orang yang nggak bertanggung-jawab datang ke sana dan malah mengekspolitasi keindahan tersebut. Inilah yang membuat tempat-tempat wisata yang dulunya “perawan” nggak terjaga keindahannya malahan rusak.

image: @Sulhamidzic


2. Baiknya Juga Menghimbau

Mengajak supaya orang-orang, terutama anak-anak muda untuk menjaga. Isi posting-an kita nggak hanya share informasi aja tapi juga menyelipkan pesan lewat info kita jangan sampai tempat baru ini jadi rusak karena tangan-tangan jahil.

image: pixhd.info


3. Jangan Curhat Melulu

Because galau is so last yearit’s time to get more positive! Lama-lama kebiasaan curhat di jejaring sosial membuat laman Twitter, Path dan sejenisnya menjadi diary terbuka untuk semua orang. Masih zaman nih, curhat?


image: funnyand.com

4. Mending Quotes Inspiratif
Terus kalau isinya bukan curhatan apa dong? Kehabisan ide mau posting apa supaya tetap eksis? Ya, jangan juga karena nggak ada ide untuk isi posting menjadikan kehidupan pribadi sebagai bahan cerita di media sosial. Nggak segitunya juga kaleee. Jauh lebih baik menyebarkan quotes inspiratif ataupun pengalaman positif yang bisa menginspirasi orang.


image: outlava.com

5. Nggak Bagus Buat Profile
Banyak “menyampah” di sosial media juga nggak bagus buat citra kamu. Sosial media sekarang ini sudah menjadi semacam portfolio kita. Banyak orang menjadikan sosial media sebagai jalan untuk menilai kepribadian orang lain.  Apalagi sekarang banyak headhunter yang mencari kandidat dengan jalan melirik sosial media orang. Nggak mau kan, tereliminasi hanya karena terlalu banyak “nyampah” di Twitter?

image: enkivillage.com

Gimana? Siap untuk meng-upgrade sosial media kamu dengan isi yang lebih bermutu, Pop Patriotics? Kalau D! sih, siap bangeeeet!!!



COMMENT


Cari Tahu Filosofi di Balik Kuliner Solo ❮ Prev Article
12 Alasan Yang Membuatmu Selalu Kembali ke Jakarta Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Tee Flag Pattern White Ma...
IDR IDR 250.000
Sticker Sign Damn! Pink L...
IDR IDR 35.000
Tee Male Athletic Long Lo...
IDR IDR 260.000
Damn! Signature Male Red ...
IDR IDR 220.000