Asal Muasal Warung Tegal

10 Feb 2017

 

Siapa sih yang nggak pernah makan di WarTeg atau Warung Tegal? Apalagi akhir-akhir ini popularitasnya lagi naik gara-gara beberapa calon pejabat makan di WarTeg terus. Bisa dibilang, WarTeg merupakan “ruang” kampanye baru buat nunjukkin kedekatan mereka sama rakyat.

Image: https://2.bp.blogspot.com

Tapi jauh sebelum naik daun gara-gara calon-calon pejabat pada makan di WarTeg,  warung makan ini mah udah hits dari dulu-dulu.

Jadi, Warung Tegal ini adalah sebuah tempat makan kecil yang menjajakan masakan rumahan dengan harga yang terjangkau. Lauk yang biasa dijumpai ada oreg tempe, tumis tauge, capcay, telor balado, telor dadar daun bawang, telor ceplok, telor asin (banyak ya jenis telornya), ayam goreng, ikan tongkol balado, sambal, sayur sop, dan masih banyak lagi (ketawan sering makan di WarTeg :P)


Wah kalau yang punya warteg cantik begini mah makan pagi makan siang makan malem di warteg!

Image: http://cdn.klimg.com/

Nah, penasaran sama asal usul Warung Tegal ini? Kenapa dinamain Warung Tegal? Emang asalnya dari Tegal? Ini dia...

Image: http://krjogja.com/

Yup! Seperti namanya, warung makan ini berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Warung makan ini emang kebanyakan dikelola sama orang Tegal. Awalnya dikelola sama orang-orang dari dua desa Kabupaten Tegal dan satu desa di Kota Tegal antara lain masyarakat Sidapurna, Sidakaton, dan Krandon. Sistem pengelolaannya juga unik. Tiap tiga sampai empat bulan warung ini dikelola gantian, dan biasanya dikelola sama masih yang satu keluarga.

Belum ada yang tau pasti kapan tepatnya WarTeg mulai banyak di Jakarta, tapi sekitar di tahun 1950-1960’an. Bermula dari pas itu lagi ramai-ramainya orang-orang ke Jakarta buat mengadu nasib dan bekerja jadi pekerja konstruksi. Melihat banyaknya pekerja, orang-orang Tegal (yang udah tinggal di Jakarta) inipun nggak ketinggalan mengambil keuntungan ini dengan “menawarkan” makanan mereka kepada pekerja-pekerja perantau tersebut.

Image: http://fokusbisnis.com/

Warteg ini merupakan salah satu bisnis yang eksistensinya nggak pernah pudar walapun ekonomi lagi lemah. Lah gimana nggak? Menu yang ditawarkan pas dengan selera makan orang Indonesia, gayanya rumahan. Nggak sampai di situ, sekarang bukan pekerja konstruksi aja yang suka makan di Warung Tegal. Buat perantau kayak anak kuliahan atau kantoran yang ngekos lebih milih makan di warteg karena ya bisa mengobati rasa rindu makan makanan rumahan. Harganya tergolong murah pula! Dengan mengeluarkan kocek 10ribu Rupiah misalnya kamu bisa kenyang sampai sore. Hidup Warung Tegal!

SHARE & COMMENT