damniloveindonesia
damniloveindonesia
Ternyata Nasi Bukan Makanan Pokok Indonesia, Lah Terus Apa Dong?
24 Nov 2016
Posted By Damn! I Love Indonesia (Natalya Wijaya)
 

“Belom makan gue, kalau belum makan nasi”

Sering mendengar kalimat itu? Atau sering ngucapinnya? Nah... Nasi buat hampir seluruh masyarakat Indonesia emang masih jadi rajanya makanan pokok selama ini. Si karbo putih pulen lezat mengenyangkan ini bisa menghilangkan rasa lapar dalam sekejap! Walaupun udah makan berat tapi kalau belum ‘ketemu’ nasi mah... Belum bisa dibilang “makan”.

Image: https://www.blog-netizen.com

Lantas, ada apa sih sama nasi ini sampai D! bikinin artikelnya segala? Nah, ternyata nih Pop Patriotics, sejarah mencatat kalau nasi bukanlah makanan pokok asli Indonesia. Whaaaaat? Zaman dulu, masyaralat kita nggak familiar sama yang namanya bercocok tanam, mereka lebih memilih berburu untuk menuhin kebutuhan pangannya. Baru deh pas bangsa Austronesia migrasi ke Indonesia, masyarakat baru mengenal teknologi pertanian dan bercocok tanam.

Dikutip dari detik.com, menurut peneliti sagu Indonesia, Prof. Nadirman Haska, sagu ternyata udah ada dan jadi makanan pokok penduduk Indonesia jauh sebelum beras masuk ke Indonesia pas dibawa sama orang India beberapa abad lalu.

Hal ini bisa dibuktiin dari relief di Candi Borobudur tentang palma kehidupan, yakni nyiur, lontar, aren, dan sagu. Beras kemudian jadi komoditi atau hasil pertanian utama di masa Kerajaan Majapahit.

Image: https://www.goodnewsfromindonesia.id

Fakta sejarah itu nggak lepas dari cadangan pohon sagu alami yang bisa jadi sumber karbohidrat alternatif gantinya beras. Buat Pop Patriotics yang belum tau, negara kita punya 1,4 juta hektar lahan sagu yang tersebar di hutan tropis Sumatera, Kalimantan, Maluku sampai Papua. Tapi Papua dan Papua Barat nyimpen cadangan 1,2 juta ha.

Sayangnya nih, baru sekitar 5% aja cadangan sagu yang dimanfaatin sebagai sumber karbohidrat dan olahan makanan. Padahal sagu itu bisa diolah jadi makanan lezat kayak siomay, pempek, cireng, sampai papeda. Malah kalau menurut Prof. Nardiman lagi nih, sagu bisa jadi penyelamat ketahanan pangan dunia lho. 

Image: http://www.maksindo.com/

Melihat fakta seperti ini, malahan negara Jepang yang paling peduli dan semangat banget buat meneliti khasiat sagu. Pasalnya karena pas tentara Jepang kalah perang di Indonesia, ada yang melarikan diri ke hutan di daerah Halmahera, Maluku dan mereka mampu bertahan hidup di tengah hutan selama hampir 35 tahun dengan hanya mengandalkan makanan dari sagu.

Maka dari situ, Jepang yang paham sama “kekuatan” sagu ini pun bukan nggak mungkin untuk ngejadiin sagu sebagai produk pangan alternatif di tengah menurunnya stok pangan dunia seperti beras. Nah rasanya Indonesia yang punya cadangan pohon sagu segitu banyak harusnya bisa jadi pemasok sagu terbesar di dunia di akhir abad 21 nanti.

Nggak cuma sagu, ketela atau thiwul ini juga merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia sebelum ditemuinnya budidaya beras, jagung, dan gandum. Dari relief Candi Borobudur juga kita bisa liat kalau nenek moyang kita zaman dulu emang jadiin ketela dan daging sapi sebagai makanan pokok sementara nasi jadi lauk-pauk.

Image: http://ragel.xyz/

Walaupun nasi udah jadi makanan wajib buat hampir seluruh masyarakat Indonesia, tapi keeksisan ketela atau singkong dan sagu masih sampai sekarang ya.



COMMENT


Indonesia Punya Variasi Sajian Mie Terbanyak di Dunia, Sluuurrrp! ❮ Prev Article
Tempe, Persembahan Indonesia Untuk Dunia Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Sticker Sign Damn! Purple...
IDR IDR 30.000
Tee Signature Japan Red H...
IDR IDR 230.000
Tee Male Slank Love Indon...
IDR IDR 275.000
Tee Signature France Blue...
IDR IDR 230.000