damniloveindonesia

Sam Po Kong, Kuil Megah Peninggalan Laksamana Cheng Ho


30 Jan 2019

Posted By Damn! I Love Indonesia

 

Sering disebut sebagai “Gedung Batu” karena bentuknya seperti gua batu yang berada di bukit

sam-po-kong

Foto oleh genpi


Hai Pop Patriotics! Ada yang tinggalnya di Semarang gak? Kalo ada, pasti tau dong tentang Klenteng Sam Po Kong? Berhubung sebentar lagi kita bakal ngerayain Imlek, kami berpikir bakal seru nih kalo bisa bicarain tentang Klenteng Sam Po Kong!


Kalo kalian baca artikel kami hari Senin kemarin tentang Laksamana Cheng Ho pasti kalian juga tahu sedikit banyak tentang Klenteng Sam Po Kong ini! Ada di wilayah Simongan, di kota Semarang, Klenteng Sam Po Kong merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho yang berasal dari Tiongkok dan beragama Islam. Nuansa Islam di Klenteng Sam Po Kong ini pun terlihat dengan adanya tulisan "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". 


Klenteng ini juga sering disebut sebagai “Gedung Batu” karena bentuknya seperti gua batu yang berada di bukit. Memang bentuknya penuh dengan ciri khas bangunan dari Tiongkok, mirip klenteng, dan sekarang tempat ini dijadikan tempat sembahyang dan juga ziarah. Sebagai salah satu tempat bersejarah di Indonesia, tentunya ini hal yang sangat mengesankan!



sam-po-kong
Foto oleh gomuslim

Kisahnya, seperti yang sudah kami tulis sedikit pada artikel hari Senin lalu, merupakan hasil dari Laksamana Cheng Ho yang sedang berlayar melewati Laut Jawa di abad ke-15 awal, namun ketika salah satu perwira awak kapalnya jatuh sakit, mereka memutuskan untuk menetap di daerah Semarang. Setelah membuang sauh, mereka pun berlindung di sebuah gua dan mendirikan sebuah masjid (sekarang masjid itu dikenal dengan nama Klenteng Sam Po Kong).

Kemudian, menurut beberapa sumber, setelah Laksamana Cheng Ho meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan misi pelayarannya, awak kapal yang tadinya jatuh sakit dan harus menetap di daerah Semarang tersebut menikah dengan penduduk setempat. Keseharian mereka dipenuhi dengan bersawah, berladang, dan bercocok tanam di sekitar daerah tersebut. Dari sana, mereka juga menyebarkan ajaran-ajaran Islam kepada penduduk setempat yang dulunya diajarkan oleh Laksamana Cheng Ho sendiri.

sam-po-kong
Foto oleh matta tour


Pada awal abad ke-18, Klenteng Sam Po Kong ini dikabarkan hancur karena adanya longsor. Namun di tahun 1724, Klenteng ini direnovasi secara penuh dan ditambahkan sebuah gua di sebelah gua yang lama. Di tengah abad ke-19, Klenteng Sam Po Kong dimiliki oleh seseorang bernama Mr. Johanes, yang menarik harga tiket masuk kepada orang yang ingin sembahyang disana. Namun di tahun 1879, Oei Tjie Sien, seorang wirausahawan yang terkemuka membeli seluruh bagian Klenteng ini dan tiket masuknya dibuat gratis.

Di tahun 1937, kembali diadakan renovasi untuk Klenteng Sam Po Kong. Setelah penjajahan Jepang, orang-orang Jepang memasang listrik dan membuat tulisan yang menghargai jasa Laksamana Cheng Ho di Klenteng ini. Di tahun 1950 dan dari 2002-2005, Klenteng Sam Po Kong ini kembali direnovasi.

Bagaimana menurut kalian? Kisah Klenteng Sam Po Kong ini sungguh mengesankan bukan? Beranjak dari orang-orang yang mencari perlindungan dan akhirnya menetap di suatu daerah, akhirnya bisa menjadi sebuah tempat yang megah untuk dikunjungi. Kalau kalian berada di Semarang, coba deh kunjungi Klenteng Sam Po Kong (yang luasnya lebih dari 3,2 hektar loh) dan jangan lupa foto pakai kaos DAMN! I Love Indonesia ya! Terus kirim ke Instagram kami di @_damniloveindo !

Kalian bisa dapatkan koleksi terbaru kita disini!
SHOP THE PRODUCTS
Hoodie Damn! Sign Male Re...
IDR IDR 349.000
Tee Sign Blackfoil Rosego...
IDR IDR 220.000
Tee Maps Of Unity White F...
IDR IDR 250.000
Tee Signature Korea Red H...
IDR IDR 230.000


COMMENT


Kemegahan Puncak Jaya, Gunung Tertinggi di Indonesia ❮ Prev Article
Ini 9 Tempat Nongkrong Romantis di Jakarta, Mana Yang Favorit Kamu? Next Article ❯
RELATED POST