streatwear indonesia

Udah Pada Tahu Belum, 4 Tempat Pengasingan Tokoh Kontroversial Indonesia Paling Fenomenal Ini?

14 Jun 2016

 

“Lebih baik diasingkan dari pada menyerah dengan kemunafikan,” kata Soe Hok Gie. Seperti yang dikatakan Soe Hok Gie, banyak tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia yang diasingkan karena memperjuangkan pandangannya dan membela ketertindasan. 4 tempat ini adalah saksi sejarah, yang namanya kebenaran dan perjuangan tidak akan pernah mati walau ditekan seperti apapun.

1.Bengkulu

Bengkulu bukan lagi kota biasa setelah Soekarno pernah mengalami pengasingan selama empat tahun (1938 -1942) tepatnya di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban. Sebuah rumah milik pedagang Tionghoa Lion Bwe Seng yang disewa orang Belanda untuk tempat tinggal Soekarno. Di sini jugalah Soekarno bertemu dengan Fatmawati yang terpaut usia lebih muda 21 tahun. Btw, keduanya menikah 1 Juni 1943 dan Fatmawatilah yang menjahit bendera merah putih kita lho…

image: novaveronica.wordpress.com


2. Nusakambangan

Mendengar kata Nusakambangan bisa jadi kamu langsung horor. Nusakambangan kurang lebih hampir sama dengan Pulau Alcatraz, Amerika Serikat tempat penjahat-penjahat kelas kakap mendekam. Awal mulanya kenapa Nusakambangan menjadi pulau tahanan dimulai dari masa penjajahan Belanda. Sebenarnya sebelum memutuskan Nusakambangan ada beberapa pilihan lain seperti Pulau Nusa Barung di Jawa Timur, Pulau Prinsen di Ujung Kulon dan Pulau Gunung Krakatau di Selat Sunda. Btw, sastrawan besar kita Pramoedya Ananta Toer pernah ditahan di Nusakambangan di tahun 1969!

image: http://1.bp.blogspot.com/


3. Pulau Buru

Pulu Buru adalah salah satu pulau terbesar di kepulauan Maluku dan punya catatan sejarah kelam tempat pembuangan tahanan politik di era pemerintahan Presiden Soeharto dulu. Waktu itu ada 12.000 orang yang dituding sebagai simpatisan dan anggota PKI yang dibuang ke Pulau Buru (1969 -1976). Atas tekanan dunia internasional akhirnya orde baru membebaskan para tahanan politik untuk kembali ke kampung halamannya. Sebagian ada yang kembali ke tempat asalnya tapi ada juga yang memilih untuk menetap di Pulau Buru. Ada juga mantan tahanan yang membawa keluarga dari kampung halaman untuk tinggal di Pulau Buru. Oh, ya tetralogi Buru karya Pram yang legend itu diciptakan di sini lho!

image: lh6.googleusercontent.com


4. Banda Neira

Eits…ini bukan nama group musik yang sering kamu dengar itu lho, Guys. Banda Neira berlokasi di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah dan menjadi tempat pengasingan Hatta dan Sjahrir di tahun 1936 – 1942. Sebelum ke Banda Neira keduanya ditempatkan di Boven Digoel, Papua. Banda adalah tempat terakhir yang mereka “datangi” sampai akhirnya kembali ke Jakarta dalam rangka proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selama di Banda Neira, Hatta membuka kelas sore dan mengajar anak-anak lokal! Sempat pernah menjadi tanda tanya juga kenapa Belanda membuang Hatta dan Sjahrir di Banda Neira, secara tempat ini punya pemandangan yang bagus banget lho, Pop Patriotics. Bahkan menurut penelitian UNESCO, setelah letusan Gunung Api Banda, lokasi ini menjadi salah satu tempat pertumbuhan terumbu karang paling cepat di dunia.

image: http://3.bp.blogspot.com/

SHARE & COMMENT