streatwear indonesia

10 Gunung di Indonesia dan Keistimewaannya Sehingga Menjadi Favorit

16 Dec 2015

 

Gunung selalu menjadi magnet yang kuat buat para traveler yang memang gemar menguji adrenalin atau sekadar mengikuti trend yang ada. Kamu berada di sisi yang mana nih, Pop Patriotics?

Baiknya, nih kita nggak hanya mengikuti trend saja tetapi juga menjaganya. Ya, kurang lebih seperti quote anak pecinta alam yang biasa kita dengar, “Take nothing, but memories. Leave nothing, but footprints.” Well, balik lagi ngomongin soal keindahan gunung di Indonesia, berikut adalah 10 gunung yang menjadi favoritnya para pendaki dan bisa jadi pilihan kamu untuk menghabiskan weekend atau libur tahun baru nanti, mungkin?


1. Pangrango (3.019 mdpl)

Apa yang membuat Pangrango istimewa? Selain karena lokasinya nggak begitu jauh dijangkau para Jakartans dan sekitarnya, yang membuat Pangrango spesial adalah magnet Soe Hok Gie. Para penggemar Gie dan puisi-puisinya yang melankolik pasti menjadikan gunung ini sebagai destinasi yang mesti dikunjungi someday. Nggak jarang juga, anak muda duduk di Lembah Mandalawanginya sambil meresapi puisi Mandalawangi – Pangrango-nya Gie.



2. Papandayan (2.665 mdpl)

Papandayan adalah salah satu “racun” yang pas buat para pendaki pemula. Dijamin deh, sekali mendaki Papandayan akan ketagihan mendaki gunung lainnya. Kenapa bisa begitu? Soalnya, jalur Papandayan santai banget tapi pemandangannya awesome bener. Saking amaze-nya, sering dijadikan lokasi pre-wedding seperti Hutan Matinya Papandayan.


3. Prau (2.565 mdpl)

Sama seperti Papandayan, Prau juga “racun” buat pendaki pemula. Mengunjungi Prau ibarat dapat golden ticket pemandangan-pemandangan lainnya. Mulai dari ouch so beautiful view dari trio gunung Sindoro-Sumbing-Merapi sampai kejutan view milky way yang biasanya menampakkan diri pada malam hari, jejeran bukit Teletubbies, Kawah Sikidang, Kota Wonosobo, hayo mau apa lagi?



4. Semeru (3.676 mdpl)

Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru merupakan pencapaian bagi para hikers. Well, selain itu pesona Semeru juga karena pemandangan magis dari Danau Ranu Kumbolo yang bikin betah berlama-lama dan (hampir) bikin batal muncak! Tanjakan cintanya juga legendaris banget, konon kalau kita sukses melewati tanjakan cinta tanpa menoleh ke belakang, cinta kita bakal berbalas. Percaya nggak percaya sih, Pop Patriotics…



5. Rinjani (3.726 mdpl)

Rinjani menjadi tempat yang cocok untuk menguji kesungguhan cinta. Dua trek-nya maut banget. "Tujuh bukit penyesalannya" adalah trek yang tanpa bonus alias nanjak terus tapi jalurnya nggak begitu panjang. Nah, kalau "sembilan bukit penderitaan", ada bonusnya sih tapi jalurnya panjang beud! Well, hanya orang yang punya kesungguhan hati dah, yang bisa melewati ini. Pemandangan gimana? Tetap juara! Kaldera Rinjani, Gunung Agung, sebagian sisi Pulau Lombok dan Sumba adalah suguhan yang more than spectacular.



6. Sindoro (3.136 mpl)

Sebagai kembarannya Gunung Sumbing, Sindoro memiliki kespesialannya sendiri. Lokasinya yang ada di antara dua kota Temanggung dan Wonosobo bakal memberikan pemandangan yang bervariasi buat para hikers. Di puncaknya kita bisa melihat jejeran gunung Sumbing, Merbabu, Merapi, Ungaran, Slamet dan Ciremai. Eniwei, Sindoro termasuk gunung yang trek-nya susah tapi nggak separah Sumbing.



7. Merbabu (3.142 mdpl)

Salah satu kecantikan terkenal dari Merbabu adalah pemandangan matahari terbaliknya. Sebenarnya bukan terbalik beneran, hanya penampakannya saja yang seperti terbalik saat terbenam. Salah satu trek yang disukai hikers adalah jalur perjalanan yang ditempuh dari utara ke selatan karena ada banyak view yang bisa dilihat di sana. Fyi, Merbabu memiliki tujuh puncak namun tiga favoritnya adalah Kenteng Songo, Syarif dan Triangulasi.



8. Merapi (2.968 mdpl)

Merapi punya magnet mistis yang kuat buat para pendaki. Salah satu pengalaman mistis yang sering menjadi teman hikers adalah "Pasar Setan" atau "Pasar Bubrah" yang konon lokasinya di punggung bukit, tempat biasa hikers bermalam atau istirahat. Setiap Kamis malam sering terdengar suara tawar-menawar seperti yang biasa kita dengar di pasar. Eniwei, ada dua trek andalan; Selo (Boyolali, Jawa Tengah) dan Sleman (sebelah selatan Yogyakarta).



9. Gunung Batur (1.717 mdpl)

Bisa dibilang trek Gunung Batur lebih bersahabat dan bisa dilakoni tek-tok alias pulang pergi tanpa perlu ngecamp. Waktu yang disarankan adalah dini hari, biar pas moment-nya dengan matahari  terbit. Dari pos pendakian kamu bakal melihat sejuta bintang di langit, cakeep banget. Sesuatu yang jarang dilihat buat yang tinggal di kota besar. Di puncaknya, kita langsung disuguhkan pemandangan Gunung Agung yang megah, kokoh. Lebih beruntung lagi bila bisa menyaksikan pelangi.



10. Ciremai (3.078 mdpl)

Sama seperti Merapi, banyak juga pengalaman ghoib yang akan biasa menjadi teman hikers menuju puncak. Beberapanya adalah bertambahnya jumlah pendaki, penampakan orang yang banyak—padahal sebenarnya saat itu sedang sepi, mendengar bunyi derap langkah dan banyak lagi. Seramnya, apa yang kamu lihat bisa berbeda yang teman-teman lain lihat. Selain kisah seram, sebenarnya view di Ciremai nggak dahsyat-dahsyat amat. Pemandangan hanya ada di puncak karena selama perjalanan hanya ada hutan yang lebat dan trek yang nanjak. Well, meskipun begitu, Ciremai tetap menjadi salah satu gunung tujuan pendakian. Seenggaknya, sekali seumur hidup harus pernah ke Ciremai-lah.



Images: Tektok Team



SHARE & COMMENT