7 Alasan Kenapa Ubud Tetap Menjadi Favorit

07 Jan 2016

 

Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh...” 

Buat Buat Pop Patriotics yang pernah membaca Perahu Kertas dan mengaku Dee mania pasti ngeh dengan quote ini! Yup, ini adalah quote dari novel/film Perahu Kertas yang mengambil setting di Ubud. Novel ini menambah kecintaan orang kepada Ubud dan menjadi salah satu tempat untuk  me time. Ada banyak alasan untuk mencintai Ubud dan mengapa tetap menjadi favorit. 

1. Tempat Nyentrik Untuk Berkesenian

Selain Jogja, magnet Ubud memang kuat banget. Seluruh spot di sana memang mengundang banget untuk menjadi seniman dadakan. Pokoknya berasa paling nyentriklah begitu tiba di Ubud. Pasar Seni Ubud, Museum Puri Lukisan, Puri Agung serta sentra-sentra lainnya dimana sering diadakan pentas tarian mulai dari Kecak sampai Ramayana. Termasuk event tahunan Ubud Writers Festival.

image: Matt Oldfield (Ubud Writers Festival

    


2. Kembali ke Alam

Pelarian yang menyenangkan buat kita yang sudah sumpek dengan kehidupan kota. Atmosfer Ubud memang “desa” banget—well, yeah sebenarnya desa yang berbalut teknologi karena dimana-mana kita bisa menemukan WiFi. Tapi, memang suasananya adem, bikin hati tenang. Ada banyak kegiatan yang membuat kita bisa berinteraksi dengan penduduk setempat. Bersepeda misalnya, menikmati pedesaannya yang asri, aktivitas penduduk setempat menanam padi, mengangkat kayu bakar, membuat kita sejenak melupakan hidup perkotaan.

   

 

3. Banyak Pilihan Makanan Sehat
Buat kamu yang die hard banget untuk mengonsumsi makanan sehat, raw food, vegetarian, organik dan teman-temannya, Ubud memberikan banyak pilihan. Ada banyak resto, café, bahkan hotel yang menyediakan menu-menu seperti itu. Menariknya, kamu nggak hanya mencicipi saja tapi ada juga kursus untuk memasaknya. Bisa dipraktekkan di rumah, nih!

    
image: fivelements.org 

4. Yuk, Yoga dan Meditasi
Satu lagi yang identik dengan Ubud adalah aktivitas yoga dan meditasi. Selain single class ada juga yang intensif. Atmosfer Ubud yang natural, hening bikin kita lebih menghayati saat beryoga ria. 
 


5. Experience Spiritual Blessing
Ubud dikenal dengan spiritual culture-nya. Ada dua yang menarik nih, pertama Balinesse Blessing di Pura Dalem Segara di Payangan. Pura kecil yang bisa terlihat dari Hanging Gardens Hotel. Bahkan dari hotelnya kita bisa lho menerobos hutan menuju ke Pura Dalem Segara. Sebenarnya ritualnya cukup simple dan nggak berbau agama tertentu. Ritual pembersihan yang dilakukan oleh Mangku (semacam kepala adat—red) dimulai dengan berdoa kemudian diakhiri dengan percikan air. Banyak turis asing yang tertarik untuk mencoba Balinesse Blessing ini.


Selain Balinesse Blessing, ada juga Agni Hotra yang bisa kita temukan di Fivelements Puri Ahimsa. Kurang lebih sama seperti Balinesse Blessing di Pura Dalem Segara, upacara ini juga dilakukan untuk mengenyahkan sifat-sifat jelek. Agni Hotra mengadopsi upacara penyucian diri di India kemudian menjadi spiritual blessing yang diadakan di Ubud (Fivelements Puri Ahimsa). Tertarik?


6. Santai-santai di Hotel-hotel Lucu
Ubud gudangnya penginapan/hotel lucu yang nggak biasa. Mulai dari konsep yang modern, natural sampai modern-natural. 

image: lokasi Fivelements Puri Ahimsa

Kolam renang hotelnya juga banyak yang oke punya, sebagian besar temanya natural dan alam bebas dengan tepian seperti di pinggir jurang. Kalaupun kamu nggak jago berenang, minimal selfie-lah. 

image: lokasi Hanging Gardens Hotel

7. Menemukan Cinta
Seperti Elizabeth Gilbert dalam film Eat, Pray & Love dan Keenan dalam film Perahu Kertas, siapa tahu selanjutnya kamu yang menemukan cinta di Ubud? Seenggaknya kalau nggak (belum) dapat pasangan, kamu sudah sukses untuk jatuh cinta kembali dengan diri sendiri setelah refreshing di sini. 

image: klear.com
SHARE & COMMENT