Jangan Ada Hoax Diantara Kita

26 May 2017

 

Beberapa hari terakhir, ancaman teror dan peperangan mengancam dunia. Dari adanya bom bunuh diri di konser Ariana Grande di Manchester, Inggris, aksi baku tembak di jalanan di Filipina, sampai bom bunuh diri yang baru aja terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Indonesia.


Image: http://www.jawapos.com

Sebelumnya, tim Damn! I Love Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya buat tiga polri kita yang menjadi korban di peristiwa bom bunuh diri Kampung Melayu dan warga yang menjadi korban luka. Kabar tersebut jadi kabar yang sangat mengejutkan.

Ada dua ledakan yang udah dikonfirmasi sama pihak kepolisian, yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5). Ledakan diduga berasal dari sebuah toilet umum dan disinyalir merupakan bom panci. Pihak kepolisian dan tim dari Densus 88 pun langsung gerak cepat memeriksa, menyelidiki, dan mencari tau siapa dalang dibalik ledakan bom tersebut. Kurang dari 24 jam, pelaku udah ditemukan.

Tentu sampai berita ini Damn! turunkan, Damn! masih mencari dan menunggu keterangan selanjutnya dari pihak kepolisian dan Densus 88. Ada beberapa berita yang udah dikonfirmasi dan disampaikan langsung sama tim Polri. Namun yang masih disayangkan, masih ada aja berita-berita bohong alias HOAX yang masih simpang siur, dipercaya, dan di-share pula! Tau nggak sih, Guys kalau berita hoax itu selain menyesatkan juga merugikan?

Berikut Damn! punya beberapa berita hoax seputar bom bunuh diri Kampung Melayu yang nggak boleh banget kalian percaya dan sebar. Sebar kalau berita-berita ini hoax sih boleh banget.

1. Pelaku bukan warga Sukabumi, tapi warga Bandung!

Ada tiga orang yang menjadi korban fitnah di media sosial soal bom Kampung Melayu. Mereka adalah eks anggota Brimob Sumatera Utara, Rinton Girsang, Vicky Kurnianto, dan Wiryawan Indra Wijaya. Mereka pun membantah dan memastikan bahwa masih sehat walafiat. Mereka diduga pelaku karena punya kemiripan wajah. Wiryawan bahkan mau menggugat orang-orang yang menyebarkan foto KTP-nya karena menebar fitnah! Hayo lho...


Image: https://akcdn.detik.net.id

Padahal FAKTANYA, polisi udah menetapkan tersangka yang diduga pelaku bom merupakan dua warga Bandung, bernama Ahmad Sukri dan Ichsan Nurul Salam. Ichsan sendiri sebenernya udah diawasi sama Densus Antiteror setelah insiden teror di Cicendo, Bandung, Februari lalu. Ichsan temenan sama Agus, yang diduga kuat sebagai peracik bom Cicendo dan udah ketangkep Maret kemarin.


Image: https://res.cloudinary.com

2. Bom susulan itu bohong

Polri memastikan bahwa isu banyak titik bom di Ibukota selain di Kampung Melayu, adalah berita bohong alias HOAX. Dikutip dari Tribunnews.com, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto bilang, “Hanya di TKP (Kampung Melayu) saja. Jadi kalau teman-teman dengar titik bom ada dimana-mana itu hoax ya,”.


Image: http://cdn2.tstatic.net

3. Kenapa harus bilang rekayasa atau pengalihan isu deh?

Nah ini lagi. Ada yang bilang kalau ledakan di Kampung Melayu itu merupakan rekayasa, dan menuding keji Polri. Di media sosial, orang-orang nggak bertanggung jawab menuding kalau bom Kampung Melayu adalah rekayasa atau pengalihan isu semata. Like whatttt?? Polisi pun menjawab tegas fitnah itu dan bilang, “hoax,”. Padahal Polri lagi berduka. Tiga anggota Polri yang lagi mengamankan pawai obor menjadi korban. Mereka meninggal dunia akibat ulah keji pelaku bom bunuh diri tersebut.


Image: https://res.cloudinary.com


Image: https://res.cloudinary.com

Itu tadi Guys tiga berita hoax seputar bom bunuh diri, yang nggak seharusnya dipercaya dan disebarkan. Ketahui dulu kebenarannya, kalau nggak tau ya jangan disebar. Nah, Pak Wasisto juga meminta masyarakat buat nggak takut terhadap teror yang dilancarkan oleh para teroris.

"Jadi saya ingin katakan di sini bahwa masyarakat jangan takut karena kalau takut berarti teror itu berhasil," tambah Wasisto. #KamiTidakTakut.

SHARE & COMMENT