Nggak Cuma Bulan Kemerdekaan, Bulan Agustus Juga Jadi Bulan Tertib Trotoar!

02 Aug 2017

 

Pop Patriotics yang tinggal di Ibukota Jakarta ini, sering nggak sih ngerasain susah jalan kaki di trotoar? Damn! sih beberapa kali ngalamin ya… Yang lagi enak-enak jalan di trotoar tiba-tiba diklakson sama pengguna sepeda motor, gara-gara doi mau lewat trotoar juga.

Image: https://cdn.tmpo.co

Nah inget nggak tuh Pop Patriotics beberapa waktu lalu, ada pengendara sepeda motor yang marah-marah karena motornya nggak bisa lewat gara-gara lagi ada aksi dari Koalisi Pejalan Kaki di Jakarta? Yang bikin pengendara nggak bisa menghindari macet, eh jadinya marah-marah tuh... Padahal niat dari Koalisi Pejalan Kaki ini baik lho, untuk edukasi sekaligus menjawab survei yang beberapa waktu lalu juga diadakan, yang menyebut kalau dari seluruh negara di dunia, orang Indonesia yang paling males jalan kaki (hiks). Mereka juga menyayangkan salah satu alesan yang bikin orang-orang males jalan kaki karena kurangnya akses trotoar yang baik, karena dipakai buat dilintasi motor dan berdagang. Padahal ‘kan ya, trotoar secara hukum merupakan hak pejalan kaki dan nggak boleh dilintasi motor atau dijadiin tempat berdagang.

Image: http://cdn2.tstatic.net/wartakota/

Melanjuti hal tersebut, di sepanjang bulan Agustus ini juga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar “Bulan Tertib Trotoar”. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat udah ngeluarin instruksi Gubernur sekaligus memerintahkan seluruh perangkat di wilayah buat menertibkan trotoar dan menempatkan tanaman di pinggir trotoar yang berbatasan sama badan jalan.

Image: http://assets.kompas.com

Dengan adanya Bulan Tertib Trotoar ini tentu Djarot berharap adanya perubahan perilaku dari masyarakat. Soalnya, menurut Djarot, masalah utama nggak tertibnya pemakaian trotoar ini ya karena perilaku masyarakatnya yang belum tertib.

Image: http://sp.beritasatu.com

Sesuai Pasal 34 ayat (4) Peraturan Pemerintah 34/2006 tentang Jalan, trotoar merupakan hak eksklusif pejalan kaki. Makanya ada dua sanksi lho yang bisa dikenakan buat orang-orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki. Pertama, ada ancaman pidana dengan hukuman penjara paling lama satu tahun atau denda sebanyak 24 juta Rupiah. Dan kedua, buat orang yang bikin gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Fasilitas Pejalan Kaki, dan Alat Pengaman Pengguna Jalan bakal dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak 250 ribu Rupiah.

Image: http://assets.kompas.com

Hayo, masih berani ngambil hak pejalan kaki?

SHARE & COMMENT