Tenun Baduy Jadi Fashion yang Ciamik di Tangan Lekat

04 Feb 2016

 

Walaupun sudah banyak anak muda yang ngeh dengan kain tradisional Indonesia dan mengenakan sebagai bagian dari fashion namun tetap aja buat sebagian kain tradisional terkesan “berat” dan susah memadupadankannya.Di tangan Amanda Indah Lestari, kain tradisional Baduy Indonesia menjadi lebih “masuk” ke segala lini gaya dan limited edition lagi! 

Pekan lalu, Amanda mengadakan Lekat Intimate Soiree (27-29 Januari 2016) di Rumah Lekat, Jalan Kemang Timur 16 No. 20 berbagi mengenai karya-karyanya selama empat tahun berkecimpung di dunia desain.


Aneka koleksi karya Amanda menyatu dengan interior rumah membuat event yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi lebih intim. Dua manekin yang dibalut karya Amanda menyambut tamu yang datang. Di sebelah kiri, ragam fashion bikinannya mulai dari pakaian, sepatu, dan aksesori bisa kita lihat sepuasnya. Pameran koleksi dengan konsep rumah tinggal ini memang sengaja dilakukan supaya orang yang datang bisa lebih intim menikmati (dan mungkin tertarik) akan karya-karya Amanda. 


Kenapa Baduy? Kenapa juga nggak Baduy? Coba deh kita ingat kain seperti kain asal NTT kan sudah banyak digunakan, ini yang menjadi salah satu alasan Amanda mengangkat tenun Baduy sebagai signature dari karya-karyanya. Selain tentu saja keunikan yang dimiliki oleh Baduy, “Polanya yang geometris dan bisa ditabrakin dengan pola lain sehingga kalau mau dikreasikan gimana aja bisa,” jelasnya.


Selama ini kan kita hanya tahu Baduy adalah salah satu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten yang benar-benar menjaga “keaslian” adat budayanya. Saking keukeuh menjaganya, suku adat Baduy nggak sembarang menerima orang luar untuk masuk ke kawasan mereka. Butuh waktu untuk pendekatan namun akhirnya Amanda berhasil mencemplungkan diri ke lingkungan Baduy dan mengadopsi keunikan desain Baduy ke dalam karyanya.


Gimana? Tertarik Pop Patriotics? Datang aja langsung ke Rumah Lekat, Senin- Sabtu (10 am - 6 pm).

SHARE & COMMENT