streatwear indonesia

Yang harus Generasi Z tahu tentang sejarah Pemilu Indonesia

12 Apr 2019

 

Pop Patriotics, kalian semua pastinya sudah tahu dong kalau hari Rabu 17 April 2019 mendatang akan ada yang namanya pesta demokrasi di negara kita tercinta, atau biasa disebut dengan Pemilihan Umum (Pemilu). Nah, sebelum kita sama-sama berpartisipasi dalam menentukan masa depan Indonesia, ada baiknya yuk kita menengok kembali sejarah pemilihan umum di Indonesia.


Sejarah Pemilu di Indonesia

Kalau kita rangkum, pada dasarnya pemilihan umum adalah sebuah proses pengambilan keputusan resmi oleh kelompok masyarakat guna memilih individu yang akan menjadi pejabat-pejabat publik melalui pemilihan atau voting.


Awalnya, satu hari setelah kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Kemudian pada tanggal 3 November 1945, Maklumat X atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta, mendorong pembentukan partai-partai politik untuk mempersiapkan rencana penyelenggaraan pemilu tahun 1946. Namun, upaya pemilu yang pertama ini belum dapat dilaksanakan karena pada saat itu di Indonesia masih belum ada undang-undang yang mengatur penyelenggaraan pemilu. Selain itu, rendahnya stabilitas negara pasca proklamasi kemerdekaan juga membuat pemerintah dan rakyat Indonesia lebih fokus untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat itu.

Pemilu 1955

Barulah pada tahun 1955 pemilihan umum di Indonesia berhasil di langsungkan. Pada masa itu, pemilu dilangsungkan dalam dua periode. Pemilu DPR dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955, dan pemilu anggota konstituante dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 1955. Kemudian dalam perjalanannya, pada 5 Juli 1959, Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang menyatakan UUD 1945 sebagai dasar negara, dan melakukan perubahan besar di kabinetnya.

Pemilu Pada Masa Pemerintahan Soeharto

Seperti yang kita ketahui, pasca pemerintahan Soekarno, Soeharto memimpin Indonesia selama 32 tahun sejak 1967. Dalam masa pemerintahannya, pemilu di Indonesia berlangsung sebanyak enam kali. Pada masa ini, pemilu dilakukan untuk memilih anggota DPR, DPRD Tingkat I, serta DPRD tingkat II. Kemudian presiden pada periode ini, dipilih oleh MPR.

Pemilu pertama pada masa pemerintahan Soeharto dilakukan pada tahun 1977, dengan sepuluh partai yang berpartisipasi. Kemudian pada 5 pemilu berikutnya, hanya diikuti oleh tiga partai besar; GOLKAR, PDI, dan PPP.

Pemilu Era Reformasi (1999 – Sekarang)

Setelah Soeharto turun dari jabatannya di tahun 1998, BJ Habibie menggantikan posisi beliau sebagai Presiden Indonesia. Oleh karena itu, pemilu yang semula dijadwalkan pada tahun 2002 dipercepat pelaksanaannya menjadi tahun 1999. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik, dengan sistem pemilihan presiden dan wakil presiden masih diatur oleh MPR. Kemudian terpilihlah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden dan wakil presiden yang menjabat hingga 23 Juli 2001. Setelah diadakannya Sidang Istimewa oleh MPR RI, posisi presiden dan wakil presiden digantikan oleh Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz.

Pemilu Pertama Pasca Perubahan Amandemen UUD 1945

Pemilu setelah perubahan amandemen ini dilangsungkan pada 5 April 2004, sebagai putaran pertama dan 20 September 2004 untuk putaran kedua. Perubahan kontras yang terjadi pada sistem pemilu kali ini adalah munculnya 3 keputusan baru, yaitu :

1.       Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat

2.       Dibentuknya Dewan Perwakilan Daerah atau DPD

3.       Hadirnya penyelenggara pemilu yang bersifat nasional, tetap namun mandiri, yaitu Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

Dan di pemilu tahun 2004 tersebut, terpilihlah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, yang dipilih pertama kali langsung oleh rakyat Indonesia. Lima tahun setelah pemilu langsung yang pertama, pada 9 April 2009 diselenggarakan kembali pemilu legistlatif, dan pada 8 Juli 2009 dilangsungkan pemilu presiden dengan lima pasang kandidat yang mewakili berbagai partai politik. Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih untuk memimpin Indonesia selama lima tahun hingga 2014, namun kali ini didampingi oleh Mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono.


Setelah periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono berakhir di tahun 2014, pada 9 April 2014 kembali diselenggarakan pemilu legistlatif dan 9 Juli 2009 untuk pemilu presiden, yang pada akhirnya memunculkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2014 – 2019.

Pemilu 2019

17 April 2019 mendatang akan menjadi suatu gebrakan baru di dunia politik Indonesia. Setelah sebelumnya pemilu legistlatif dan presiden dilangsungkan secara terpisah, maka kali ini pemilu dilakukan secara serentak pada hari yang sama.


Pada pemilu kali ini masyarakat Indonesia akan memilih sepasang  presiden dan wakil, anggota DPR, dan anggota DRPD. Pemilu ini juga diikuti oleh 16 partai politik, diantaranya 4 partai baru dan 12 partai lama. Total pemilih pada pemilu kali ini adalah 185,7 juta rakyat Indonesia.


Partisipasi kita sebagai rakyat tentunya sangat-sangat menentukan masa depan bangsa, so pastikan di pesta demokrasi tanggal 17 April 2019 kalian semua ikut berpartisipasi dan tunjukkan rasa cintamu pada Indonesia.

#LoveAndActionForIndonesia #DamnILoveIndonesia

SHARE & COMMENT