damniloveindonesia
damniloveindonesia
Potret Wajah Papua di Jogjakarta
20 Jul 2016
Posted By Damn! I Love Indonesia (Ester Pandiangan)
 

Sebagai negara multi etnis dengan beragam agama dan kepercayaan, Indonesia tidak lepas dengan yang namanya stereotipe. Disadari atau tidak, justru inilah yang “membunuh” kemajemukan di Indonesia dan memaksa kita untuk menjadi homogen baik dalam perilaku maupun pikiran. Persoalan tidak berhenti sampai disitu saja, pandangan demi pandangan memberikan “hukum mati” buat orang-orang yang menjadi bagian dari kelompok/ras tertentu. Sehingga mereka sering mendapat perlakuan tidak adil hanya karena pandangan yang dianggap sebagai kebenaran mutlak.

image: jaff-filmfest.org

Potret ini bisa yang kita lihat dalam film Kitorang Basudara karya Ninndi Raras yang menjadi salah satu film pendek yang diputar dalam rangkaian pemutaran dan diskusi Indonesia Dalam Film Pendek di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (19/7). Tokoh dalam film pendek ini menceritakan hal yang kurang lebih terjadi baru-baru ini di Jogjakarta. Jadi ceritanya, Berto anak Papua yang merantau ke Jogja untuk kuliah mengalami kesulitan untuk mencari kos-kosan. Beberapa kali dia bersama abangnya menyusuri rumah kos di Jogja menanyakan adakah kamar kosong tapi lucunya semua kamar penuh. Berto sempat juga bertukar pesan dengan calon induk semang menanyakan kamar kosong. Begitu keduanya bertemu, si calon induk semang membatalkan rencana menyewakan kamar ke Berto. Kemungkinan pembatalan ini terjadi karena calon induk semang baru tahu kalau Berto adalah anak Papua.

image: http://ganffest.lfm.itb.ac.id/

Konflik tidak hanya seputar pencarian kos saja, tetapi juga profesi abangnya Berto sebagai debt collector untuk memenuhi kebutuhan. Wajah sangar dengan dialek keras memang menjadi modal buat tokoh abang sebagai penagih hutang—profesi yang sebenarnya dijalani karena tuntutan sejengkal perut. Beberapa kali terekam dalam adegan bagaimana pergulatan tokoh abang saat menjalankan tugasnya dan bagaimana juga respon orang-orang sekitar menyaksikan eksekusi penagihan hutang yang berlangsung penuh drama. Bisa dibilang peristiwa ini menjadi penyumbang mengapa orang-orang Jogja menjaga jarak dengan pendatang asal Papua, termasuk tidak memberikan kuota kamar kos?

Untungnya dalam cerita ini, streotipe tidak menjadi pemenang. Dan tentu saja kita berharap dalam kehidupan nyata akan semakin banyak orang yang mau membuka mata dan memperluas perspektifnya. Selain Kitorang Basudara, ada tiga film lagi yang diputar; Dajang Soembi Perempoean Jang Dikawini AndjingSemalam Anak Kita Pulang dan Prenjak.



COMMENT


Gagal Nikah Bikin Makin Cinta Sama Keluarga? Kok, Hidup Kayak di Film Banget ya? ❮ Prev Article
Belajar Arti Toleransi Lewat Keberadaan 5 Gender di Sulawesi Selatan... Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Sticker Sign Red Medium
IDR IDR 30.000
Damn! Signature Jerman Bl...
IDR IDR 230.000
Tee Damn! I Love Surabaya...
IDR IDR 220.000
Tee Signature France Blue...
IDR IDR 230.000