Mulai Dari Sidak Gigi Sampai Nggak Boleh Curhat, Ini 5 Aturan Unik Sekolah di Purwakarta!

09 Sep 2016

 

Nggak sedikit aturan “unik” dicetuskan oleh Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat sejak ia menjabat. Sejumlah aturan buat sekolah-sekolah di Purwakarta ini bikin geleng-geleng kepala, tapi banyak juga yang jadi inspirasi. Dedi Mulyadi merangkum aturan-aturan ini layaknya undang-undang. Apa aja sih aturan-aturannya? Ini dia!

image: 2.bp.blogspot.com

1. Nggak Boleh Bawa Motor ke Sekolah

Nah ini D! setuju banget, alasannya: membahayakan diri sendiri dan orang lain. Aturan ini dikeluarkan karena ada insiden pelajar dengan sepeda motor yang nabrak lima siswa SD sampai mengakibatkan satu korban jiwa beberapa waktu lalu. Terus, apa sanksinya? Nggak naik kelas! Bupati Dedi mengatakan, sebelum sanksi nggak naik kelas diberikan, siswa yang bersangkutan bakal dikasih surat peringatan satu sampai tiga. Kalau masih bandel ya nggak naik kelas beneran.

image: www.wowkeren.com

2. Menggembalakan Ternak

Para pelajar di Purwakarta wajib buat menggembala ternak. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 70A tentang Desa Berbudaya yang dikeluarkan tahun 2015 lalu. Peraturan ini memuat keharusan para pelajar punya hewan ternak sendiri dan diwujudkan dalam program Budak Angon. Dengan tekun di bidang peternakan, peserta Budak Angon bakal terbiasa mencari rumput buat makan ternak, sehingga berimplikasi positif sama perkembangbiakan hewan ternak yang mereka urus. Sampai saat ini, ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA di pedesaan udah punya hewan ternak sendiri, lho. Bahkan, program Budak Angon ini udah jadi pelajaran tambahan di sekolah-sekolah. “Ketika anak-anak menggembala kambing milik tetangganya ini, proses pembelajaran seperti ini sangat penting agar generasi muda terlatih mengolah sumber ekonomi sehingga dapat melahirkan nilai tambah bagi diri dan keluarganya,” ujar Dedi dikutip dari liputan6.com.

image: www.wowkeren.com

3. Nggak Boleh Curhat

Bupati Dedi melarang kepala sekolah, guru, dan pejabat di daerahnya buat upload foto maupun nulis status yang nggak bermutu di media sosial. Lho lho? Bupati Dedi mengatakan, kebiasaan mengumbar hal-hal yang bersifat pribadi dikhawatirkan bisa mendapat penilaian buruk publik. Masyarakat bisa aja nganggep pekerjaan pejabat Purwakarta ini main-main, ‘kan?

image: http://cdn.klimg.com/merdeka.com

4. Sidak Gigi dan Mulut Pelajar

Apa nih? Kok ucul banget? Begini… Maksud sidak gigi dan mulut ini adalah melarang siswanya ngerokok. Buat mengontrol kebiasaan merokok ini, pemerintah kabupaten setempat pun giat menggelar sidak kebersihan gigi dan mulut pelajar. Dalam pemeriksaan ini bisa ditemuin zat nikotin dan zat lain dalam rokok yang masih tersisa pada bagian gigi dan mulut. Hal ini buat mencari tau apakah pelajar tersebut perokok aktif atau nggak. Kalau ketahuan siswa yang bersangkutan masih perokok aktif, Bupati Dedi bakal ngasih SP 1. Selain surat, ada sanksi lain yang bakal diberikan kalau siswa masih bandel, yaitu pemotongan nilai rapor. Jeng jeng jeng!

image: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com

5. Nggak Boleh Ada PR

Ini aturan yang baru dari Bupati Dedi. Beliau melarang para guru di seluruh sekolah di daerahnya ngasih pekerjaan rumah (PR) buat siswanya. Ia beralasan, selama ini PR yang dikasih umumnya berupa materi akademis yang serupa sama pekerjaan di sekolah. Dedi juga menegaskan, pekerjaan rumah itu harusnya berupa terapan ilmu buat siswanya biar mendorong siswa lebih kreatif.

image: http://cdn.klimg.com/muvila.com


Nah, Guys… Kalau pendapat kalian, setuju nggak sama aturan-aturan ini? Share ke kita, ya!

image: www.poskotanews.com
SHARE & COMMENT