streatwear indonesia

Pentingnya Womens March di Indonesia

08 Mar 2017

 

Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret setiap tahunnya ini dirayain di berbagai negara di dunia. Tahun ini, udah kali ke-106 dengan ngambil tema #BeBoldForChange atau berani melakukan perubahan. Hari Perempuan Internasional merupakan event dunia yang ngerayain pencapaian perempuan, mulai dari bidang politik sampai sosial.

Image: http://img.jakpost.net

Hari Perempuan bertujuan nggak lain dan nggak bukan adalah buat ngerangkul masyarakat untuk maju dan melakukan aksi buat membantu menggerakkan kesetaraan gender. Pesan ini kemudian disebarin ke seluruh dunia, ke jutaan perempuan, anak perempuan, dan laki-laki pun nggak ketinggalan ikut memperingati hari bersejarah buat perempuan ini.


Image: http://assets.kompas.com

Tahun ini para perempuan di Indonesia, khususnya di Jakarta juga ikutan menyuarakan aspirasi mereka buat memperingati Hari Perempuan Internasional. Hari Sabtu (4/3) kemarin, mereka berpartisipasi di aksi Women’s March Jakarta (WMJ). Nggak cuma perempuan, laki-laki juga ikutan lho! Mereka sama-sama menyuarakan kesetaraan hak buat kaum hawa dan minoritas. Aksi ini berlangsung lancar dan damai. Peserta dari berbagai latar belakang dan profesi terlihat bersemangat, keliatan mereka siap banget dengan poster-poster bertuliskan aspirasi dan harapan mereka. 


Image: https://i2.wp.com

Tapi sayangnya nggak dengan dunia med-sos. Ada aja lho yang mengkritik WMJ dengan berbagai alasan.

Salah satunya yang viral dateng dari tulisan seorang cowok berinisial IP, dimana doi nge-upload di Instagram bilang kalau aksi ini aksi ikut-ikutan dan catcalling itu dateng karena kurangnya edukasi, bukan feminisme. Whaaaaaat? Tapi nggak perlu waktu lama, banyak orang-orang yang mengecam postingan tersebut. Ya iyalah! Ikutan nggak, komen iya. Ada yang bilang kenapa IP ini terkesan menyepelekan catcalling. (Hey, catcalling is not nice! Termasuk pelecehan itu!). Abis dapet kecaman, beberapa jam kemudian IP minta maaf kepada publik atas postingannya.

Well, persoalan nggak selesai sampai di situ. Hal ini makin membuktikan kalau Women’s March ini penting dilakukan dan mestinya makin banyak aksinya. Kenapa? Karena masih banyak yang perlu diberantas, kayak catcalling kok dianggep remeh. Catcalling aja udah merupakan pelecehan, bisa berujung ke kekerasan seksual sampai pembunuhan.


Image: https://s.yimg.com

Catcalling itu satu dari banyaknya hal yang diminta oleh para feminis ini buat dihentikan. Belum lagi urusan kesetaraan genderhak pendidikanhak di tempat kerja, masih banyak banget! Masalah pake baju ketat dikit terus dibilangnya salah cewek kenapa pake pakaian “mengundang”. HelloKalo otak nggak ngeres mah nggak mikirnya mengundang. Lagi-lagi salah cewek.

WMJ ini mendorong pendidikan dan pikiran yang lebih terbuka. Contohnya, di tahun 2016 aja ada 750 ribu anak perempuan yang dinikahkan. Bahkan ada yang baru umur 12 tahun. Duh, 12 tahun pendidikan mereka masih sangat panjang. Rata-rata pernikahan mereka bertahan dua tahun. Abis punya anak, mereka ditinggalin suaminya. Sekali lagi, masalah pernikahan di bawah umur dan pendidikan yang terpaksa berhenti ini baru secuil dari isu-isu perempuan yang ada. Dan sebagai generasi muda, nggak seharusnya mengkritik gerakan perempuan-perempuan hebat ini yang berani menyuarakan aspirasi mereka. Women’s are human tooLah, kalian pikir yang well-educated nggak ada yang suka catcalling? Wajar lah banyak yang mengecam IP karena menurut doi catcalling ini “cuma” masalah edukasi.

Makanya Guys. Lewat artikel dan di Hari Perempuan Internasional ini, Damn! mau ngajak Pop Patriotics semua, cewek dan cowok untuk lebih menghargai perempuan. Para feminis nggak minta derajatnya lebih tinggi kok. Mereka cuma minta kesetaraan gender. Dan jadiin semua hari, hari perempuan juga. Biar tanggal 8 Maret ini jadi reminder buat selalu menghargai kaum yang udah melahirkan kita. Peace out!

SHARE & COMMENT