damniloveindonesia
damniloveindonesia
Mari Mengenal Pramoedya, Sosok Dibalik Bumi Manusia
12 Jun 2018
Posted By Damn! I Love Indonesia
 

Dunia perfilman Indonesia sempat heboh dengan terpilihnya Iqbal “Dilan” Ramadhan sebagai Minke, tokoh utama dalam novel Bumi Manusia yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Tapi tahukah kamu siapa Pramoedya Ananta Toer yang biasa dipanggil Pram itu? Mari mengenalnya di sini. 

Pram adalah salah satu sastrawan besar Indonesia. Berbagai tulisan dia hasilkan selama hidupnya yang berpindah-pindah baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Salah satu karyanya yang menjadi heboh saat ini adalah Bumi Manusia yang merupakan bagian dari tetralogi Pulau Buru.

Kenapa dinamakan tetralogi Pulau Buru? Karena penulisan keempat novel tersebut dilakukan pada saat Pram dipenjara di sana pada tahun 1969-1979. Kemunculan buku pertama novel semi fiksi ini dilakukan dari mulut ke mulut karena pada saat itu Pram takut naskahnya akan dirampas oleh para penjaga tentara. Untuk novel selanjutnya dia mengirimkan naskah ke luar negeri untuk diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selain menulis tetralogi Pulau Buru, Pram juga menulis berbagai buku lainnya seperti Gadis Pantai, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Arus Balik, Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer dan masih banyak lagi.

Pram yang biasa bekerja sebagai “juru-tulis” dimanapun dia berada ini juga merupakan seorang Dosen walau dia nggak pernah mengenyam pendidikan sebagai pengajar. Ada satu hal unik yang dia tugaskan kepada mahasiswanya selama dia menjadi dosen di Res Publica, sekarang Trisakti, yaitu membuat laporan kliping sejarah peralihan dari abad 19 ke 20.

Nah, dari tugas inilah buku Sang Pemula dan Bumi Manusia dibuat. Eits, tapi nggak serta merta kliping buatan mahasiswa itu yang dijadikan buku. Ada proses edit, baca, tulis ulang yang terjadi sampai benar-benar jadi buku yang layak terbit.

Ya, walaupun kenyataannya kliping yang sudah dibuat susah payah itu akhirnya dibakar tentara pada 1965. Tapi karena Pram sudah melakukan edit, baca, tulis ulang, ingatan yang ada di kepalanya membantu untuk melahirkan Bumi Manusia dan menyebarkannya kepada rekan-rekan tawanan politik di penjara seperti yang sudah dibahas di atas.

Gelar sastrawan besar Pram nggak hanya terdengar di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan bumi lain. Terbukti dengan diraiihnya penghargaan Ramon Magsaysay pada 1995 di Filipina, bahkan Pram sudah beberapa kali mendapatkan nominasi Nobel Sastra.

Itu dia beberapa fakta mengenai Pramoedya Ananta Toer yang wajib kamu ketahui. Jangan sampai ada lagi cuitan atau komen di media sosial yang mengatakan  “Lagian Pramoedya itu siapa sih? Cuman penulis baru terkenal kayaknya. Masih untung dijadiin film, dan si Iqbaal mau meranin karakternya biar laku bukunya.”

Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengakui kebesaran sastrawan Indonesia di negeri sendiri? Ingat kata Bung Karno, “Jangan lupakan sejarah!” 



COMMENT


Isi Libur Lebaran Kamu di Tempat Tertinggi di Pulau Jawa Yuk! ❮ Prev Article
Transformasi Surawiroaji Menjadi Untung Surapati, Bocah yang Membawa Keberuntungan Next Article ❯
RELATED POST
SHOP THE PRODUCTS
Raglan SS Line Sign White...
IDR IDR 275.000
Tee Principal Box Off Whi...
IDR IDR 250.000
Hoodie SS Garuda 1945 Gan...
IDR IDR 399.000
Key Japan Light Blue
IDR IDR 45.000