5 Fakta Soal Imlek yang Nggak Boleh Ketinggalan

Pop Patriotics, akhir-akhir ini cuaca bener-bener lagi nggak nentu ya? Biasanya setiap hari panas, eh sekarang hujan melulu. Tapi, tau nggak sih? Itu tandanya kalo Tahun Baru China alias Imlek udah deket, lho guys. Hujan menjelang Tahun Baru China kan diyakini sebagai simbol rezeki buat mereka yang merayakan, makanya semakin deres hujannya ya semoga semakin banyak juga rezekinya. 

Ngomong-ngomong soal Imlek, kalian tau nggak sih asal-usul kata Imlek sendiri? Imlek ternyata bukan nama asli dari perayaan tahun baru China, lho.. Kata Imlek diambil dari bahasa Hokien dan cuma dipake sama orang Indonesia. Di luar negeri, perayaan ini lebih dikenal dengan anama Chinese New Year atau oleh orang Tiongkok sebagai “Guo Nian” atau “Xin Jia” yang artinya lewati bulan atau bulan baru. 

Perayaan Imlek sendiri tuh udah ada sejak 4000 tahun lalu. Nah, seiring berkembangnya zaman, makanya berkembanglah beberapa tradisi-tradisi yang akhirnya secara nggak langsung diturunkan secara turun menurun, dan akhirnya jadi kebiasaan yang wajib dilakuin setiap perayaan Imlek. 

 

Pop Patriotics, ini dia 7 fakta soal Imlek yang nggak boleh ketinggalan:

 

  1. Bersih-bersih dan Dekorasi rumah

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, rutinitas bersih-bersih rumah jelang Imlek artinya membuang segala keburukan yang bisa menghalangi adanya keberuntungan. Selain dibersihkan, dekorasi rumah juga jadi hal yang biasa dilakukan menjelang imlek. Pintu dan jendela dicat ulang, ruangan-ruangan didekorasi dengan ornament warna merah. Warna merah sendiri diyakini melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, sekaligus bisa bawa keberuntungan.

 

2. Hidangan Khas Imlek 

Sebenernya, hari raya apapun pasti nggak lengkap rasanya kalo ngga ada makanan wajib. Ya contohnya kalo lebaran nggak makan ketupat kan rasanya gimana gitu, kan? Sama kaya lebaran, Imlek juga punya makanan khasnya sendiri, contohnya kue keranjang dan jeruk. 

 


3. Pagelaran Liong dan Barongsai

Dalam kepercayaan orang Cina, Liong (naga) dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Mereka yakin kalau tarian naga dan singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan dan juga bisa jadi cara buat mengusir roh-roh jahat yang bisa mengganggu manusia.

 

 

4. Bagi-Bagi Angpao

Wah, kalo ini sih pasti banget nggak boleh ketinggalan ya. Momen ini pasti jadi momen paling ditunggu-tunggu waktu perayaan Imlek. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, akan memberikan rezeki kepada anak-anak dan orang tuanya. Nah, lagi-lagi menurut kepercayaan Tionghoa, uang di dalam angpao tidak boleh diisi dengan uang yang mengandung angka 4 karena 4 dianggap membawa sial. 

 

 

5. Tradisi Yu Sheng

Tradisi makan Yu Sheng baru akhir-akhir ini jadi tren di masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa. Tradisi ini awalnya dibawa oleh para nelayan dari China Selatan yang hijrah ke Semenanjung Malaysia pada abad ke-19. Dalam tradisi ini makanan disajikan dalam satu piring Yu Sheng. Di piring tersebut ada beberapa makanan dingin seperti irisan ikan salmon, wortel, dan salad lain. Lalu diberikan saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Setelanya, para anggota yang duduk di meja akan mengaduk makanan tersebut bersama dan mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya sambil mengucapkan "Lao Qi" atau "Lao Hei".

Comments