Time to Speak Up, Girls!

 

Pop Patriotics, tanggal 8 Maret kemarin, PBB udah netapin sebagai Hari Perempuan Internasional. Tujuannya buat ngerayain pencapaian perempuan sepanjang sejarah, di seluruh dunia. Di berbagai negara, biasanya momen ini dimanfaatin sama berbagai tokoh wanita termasuk pemimpin politik, komunitas dan bisnis, pendidik, penemu, pengusaha atau berbagai peran lainnya yang biasanya diundang buat jadi pembicara di berbagai acara. Macem-macem sih acaranya, bisa dalam bentuk seminar, konferensi atau sekadar ngobrol-ngobrol santai. Biasanya mereka bakal diundang buat ngasih motivasi, sharing pengalaman atau pendidikan. 

Tapi, kenapa 8 Maret?

 

Sebenernya, awalnya sih ditetapinnya tanggal 19 Maret 1911. Waktu itu, ada aksi unjuk rasa yang diselenggarakan atas keberhasilan negara-negara kaya Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Nah, tanggal 19 Maret sendiri diperingati sebagai hari ketika raja Prusia berjanji buat ngasih suara yang sama buat kaum wanita di tahun 1848. Tapi ternyata, beliau nggak bisa netapin janjinya. Maka dari itu, hari perempuan internasional pun akhirnya dipindah ke tanggal 8 Maret 1913. Dari PBB sendiri, pihaknya waktu itu ngadain konferensi pertama soal wanita di Mexico pada tahun 1975. Nah, disitu pula akhirnya Majelis Umum PBB ngajak negara anggotanya buat ngeresmiin tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional ini. 

Emang tujuannya PBB apa?

PBB punya harapan besar kalo dengan adanya peringatan buat Hari Perempuan Internasional ini, bisa ngebantu negara-negara di seluruh dunia buat ngehapus diskriminasi terhadap perempuan. Perempuan juga diharapkan bisa punya peran dan ikut andil yang besar dalam proses pembangunan global. Jadi, dunia bisa tau kalo perempuan ternyata bisa juga lho diandalkan.

Emang, seberapa parah sih kondisi perempuan di dunia?

For your information, walaupun di era modern kaya gini, masih banyak lho perempuan yang terus aja ngalamin diskriminasi gender. Biarpun udah banyak organisasi dan komunitas yang mulai aware sama peran perempuan, tapi masih banyak pula yang ngeliat perempuan secara sebelah mata. Bahkan nih ya, menurut PBB, mayoritas 1,3 miliar orang miskin di dunia ternyata adalah wanita. Hal ini jadi bukti kalo masih banyak wanita yang nggak dapet kesejahteraan kaya yang didapetin sama kaum laki-laki, bahkan di pekerjaan dan bidang yang sama. Selain itu, perempuan juga terus jadi korban kekerasan, dengan pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga terdaftar sebagai penyebab signifikan kecacatan dan kematian di antara perempuan di seluruh dunia.

Then, what can we do as women?

Pop Patriotics, living in this kind of era, bisa dibilang gampang-gampang susah sih ya. Kita ngerasa kalo di zaman sekarang ini, perempuan udah setara dan sederajat sama laki-laki. But, sadly knowing the truth, ternyata nggak sepenuhnya bener. Masih banyak perempuan di luar sana yang lemah dan nggak punya daya buat memperjuangkan haknya di depan laki-laki. As a women, kita harus bisa ngebela diri kita sendiri. Perempuan harusnya udah nggak boleh mengharapkan belas kasihan atau special treatment dari orang lain, just because we are women. Kita harus bisa memperjuangkan diri kita sendiri, kaum kita sendiri dan apa yang menurut kita benar. Kalau kalian ngerasa masih suka direndahkan, just because you are a woman, prove them that they are wrong, prove them that you are different!  

Kalo di lingkungan kalian, mau di sekolah atau tempat kerja, kalo kalian masih ngerasain apa rasanya dibeda-bedain, just because you are woman, buktiin kalo kalian bisa juga ngelakuin apa yang laki-laki lakuin. Kalo kalian nggak bisa dianggep achieve prestasi atau suatu jabatan karena gender kalian, buktiin kalo kalian bisa, bahkan lebih dari laki-laki. Jangan mau direndahin, jangan mau buat dikesampingin, show them that women are precious. As a woman, kita harus bisa memperjuangkan diri kita sendiri, karena kalo kita aja nggak bisa ngangkat harga diri dan martabat kita, sampe kapan kita mau nunggu orang lain buat ngelakuin itu buat kita? 

Dan sebagai sesama perempuan, kita harusnya bisa ngertiin dan memahami kondisi perempuan lain. Kita seharusnya bisa saling nguatin dan kasih semangat buat perempuan lain. Why? Because all of us knew how hard it is to be a woman. Sesama perempuan nggak seharusnya malah judge atau merendahkan sesama perempuan lain. Empowered women, empower women.  

“Each time a woman stands up for herself, she stands up for all women,” - Maya Angelon.

Comments