World Wildlife Day, Ingatkan Kita bahwa Binatang Juga Punya Hak

 

Pop Patriotics, tanggal 3 Maret diperingati sebagai “World Wildlife Day” oleh organisasi PBB. Tuhan ciptain Bumi ini bukan cuma buat kita, manusia tapi juga buat makhluk hidup lainnya, termasuk binatang-binatang liar. Tapi, manusia lebih sering egois ketimbang peduli sama makhluk lain yang dirasa nggak punya kepentingan di sini. Padahal, tanpa mereka sadari, manusia juga yang nantinya bakal sengsara kalo populasi hewan dan juga tumbuhan perlahan menghilang. Karena, kita dalam lingkungan ekosistem kan pada akhirnya bakal saling membutuhkan juga, kan? 

Sejak tahun 1970, populasi manusia yang super banyak ini dan nggak kunjung berhenti buat bertambah udah “bantu” memusnahkan sekitar 60% mamalia, burung, ikan dan reptil. Can you imagine the current situation? Or even the future? Bahkan, para pakar terkemuka dunia aja udah ngasih warning kalo keadaan satwa liar saat ini tuh udah jadi keadaan darurat yang mengancam peradaban. 

Banyak ilmuwan yang percaya dan yakin kalo dunia ini udah ngalamin kepunahan massal keenam. Tau nggak siapa yang memulainya? Menurut mereka, yang pertama disebabkan oleh satu spesies yaitu, homo sapiens. See? Humans destroy it all. Bahkan, dalam analisis terbaru lainnya bilang kalo manusia udah ngancurin lebih dari 83% populasi seluruh mamalia dan setengah dari tanaman sejak awal peradaban. Even kalo kehancuran itu berakhir sekarang, kalian tau waktu yang dibutuhin dunia buat pulih seperti semula? Lima sampe tujuh juta tahun. It’s sad but that’s what is happening right now, in this world that we only have. 

 

The Living Planet Index, yang diproduksi buat WWF oleh Zoological Society of London, mereka pake data dari 16.704 populasi mamalia, burung, ikan, reptil dan amfibi yang ngewakilin lebih dari 4.000 spesies buat tahu angka penurunan satwa liar. Dari data mereka di tahun 1970 - 2014, populasi turun rata-rata sebesar 60%. And now is 2020, nggak kebayang deh kalo tau faktanya yang sekarang. 

Hewan liar dan ekosistem tuh penting banget sebenernya buat kehidupan manusia, bahkan sama penting dan berbahayanya kaya perubahan iklim, yang makin kesini juga makin drastis. Kalo nggak bergantung dari alam, darimana kita bakal dapet makanan, air bersih dan energi? Penyebab terbesar punahnya satwa liat adalah kerusakan habitat alam, yang sebagian besar hancur karena ulah manusia. Tebang pohon sana sini demi bisnis, bangun pemukiman di tempat yang harusnya jadi rumah mereka. Kalo kaya gini keadaannya, siapa yang seharusnya disalahin kalo satwa hutan kaya gajah atau bahkan harimau masuk ke perkampungan warga dan ngehancurin rumah manusia? Well, guess you’ve known the answer. 

 

Selain hilangnya habitat mereka, membunuh buat dijadiin bahan makanan adalah penyebab terbesar berikutnya. 300 spesies mamalia udah berstatus punah, sementara lautan diraup habis-habisan secara berlebihan, dengan lebih dari setengahnya sekarang ditangkap secara industri.

Humans live like they have somewhere else to live in. Manusia yang dikasih kuasa terlalu tamak buat nguasain semuanya, tanpa peduli sama apa yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang. Start thinking for anyone else, or at least for your child in the future. Start preparing the “proper” Earth for your granddaughter. 

“If we save our wild places, we will ultimately save ourselves” - Steve Irwin. 

Comments